(BENAR): BMKG Mataram Menghimbau Agar Warga Tidak Langsung Percaya Akan Bencana Hebat Yang Akan Terjadi Pada 26 Agustus 2018 Mendatang
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Foto: tribunnews.com (Jokowi sedang memantau lokasi bencana gempa di Lombok)
Debunk ini berisi klarifikasi sekaligus himbauan dari Kepala Stasiun Geofisika Mataram BMKG, Agus Riyanto terkait informasi yang beredar di media sosial tentang bencana yang akan terjadi pada 26 agustus mendatang. Melalui surat pemakluman dirinya menyebutkan bahwa Sampai saat ini, belum ada negara dengan teknologi apapun di dunia yang mampu memprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa bumi yang akan terjadi secara tepat hari dan tanggalnya.
(KATEGORI): KLARIFIKASI
(SUMBER): MEDIA DARING
(PENJELASAN):
Belum lama ini, Di media sosial beredar unggahan tentang deretan bencana dan gempa yang terjadi pada tanggal 26 dan hari Minggu. Unggahan ini beredar jelang 26 Agustus 2018 yang jatuh pada hari Minggu.
Unggahan yang viral itu menampilkan daftar bencana besar yang terjadi pada tanggal 26 sejak tahun 1805 hingga 2010. Beberapa di antaranya adalah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dan Gunung Merapi meletus pada 26 Oktober 2010.
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) meminta masyarakat di Nusa Tenggara Barat ( NTB) untuk tidak panik, selalu waspada dan tidak percaya dengan berita bohong ( hoaks) yang beredar di masyarakat.
BMKG menjelaskan, setiap hari gempa bumi selalu terjadi di seluruh belahan dunia. Namun tidak semua gempa bumi dirasakan. BMKG pun menegaskan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi.
“Sampai saat ini, belum ada negara dengan teknologi apapun di dunia yang mampu memprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa bumi yang akan terjadi secara tepat hari dan tanggalnya,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram BMKG, Agus Riyanto dalam surat permakluman, Rabu (22/8/2018).
Agus menegaskan bahwa BMKG adalah satu-satunya instansi resmi yang menginformasikan kejadian gempa bumi dan tsunami. Pada kenyataannya, waktu terjadinya gempa tidak hanya di satu tanggal atau hari.
“Tidak semua gempa bumi besar terjadi pada tanggal 26 dan pada hari Minggu,” tegasnya.
Masyarakat NTB dan sekitarnya pun diminta untuk tidak panik, tetap tenang, selalu waspada dan tidak mempercayai berita yang tidak benar. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu berkoordinasi dan melihat informasi terkini terkait gempabumi melalui web resmi BMKG www. bmkg.go.id aplikasi infoBMKG dan media sosial BMKG.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[salah] bmkg prediksi tsunami akan terjang bengkulu
Postingan ini berisi penjelasan terkait informasi yang tersebar melalui pesan berantai WhatsApp, bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa Bengkulu diprediksi akan terkena bencana tsunami. Namun hal tersebut mendapat bantahan langsung dari pihak terkait.
[HOAKS] Tsunami Melanda Tapanuli Tengah
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Kabar bohong mengenai tsunami atau gempa masih saja terjadi, setelah bencana itu melanda Indonesia.
[SALAH] SMS Bencana Akhir Tahun Yang Dikeluarkan BMKG
Debunk ini berisi bantahan dari BMKG terkait sms yang beredar di masyarakat mengenai bencana akhir tahun yang akan menimpa Indonesia mulai dari tanggal 21 desember hingga akhir tahun 2018.
[KLARIFIKASI] Benarkah Pergerakan Lempeng Jawa Berpotensi Gempa Bumi? Ini Penjelasannya
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi informasi yang menyebar…