✓CredibleVerifiedIndonesian

[BENAR] Coklat "Mermaid" Memakan Korban

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

Untuk yg punya ANAK-ANAK KECIL DIRUMAH!

Ati* jajanan PERMEN-COKLAT😈MEMATIKAN!😈

Korban tonggo kampung

Rated Credible by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Isu coklat mermaid memakan korban yang dibagikan di media sosial merupakan informasi yang benar. Kejadian terjadi di Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Adapun, korbannya ialah dua orang anak, satu orang meninggal dunia dan satu lagi tengah menjalani perawatan. Menanggapi kasus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto pada 25 April 2019, mengatakan, pihaknya kini akan membawa sampel permen cokelat ke laboratorium di Semarang. “Kepastian penyebabnya menunggu hasil Lab dimana sampel makanan baru kita sampaikan ke Balai Besar POM Semarang besok,” kata Slamet Budiyanto.

Isu tentang jatuhnya korban lantaran mengkonsumsi coklat bermerek “Mermaid” beredar di media sosial Facebook. Coklat “Mermaid” berbentuk seperti coklat batangan dengan logo putri duyung.

Setelah dilakukan penelusuran, isu tersebut memang terjadi, tepatnya di Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Coklat “Mermaid” itu memakan korban dua orang anak, atu orang meninggal dunia dan satu orang lagi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Anak yang meningal dunia bernama, Jesika Putri (5) warga Panjang Wetang, Gang 1 Kecamatan Pekalongan Utara. Jesika meninggal saat masih dalam perawatan di RSUD Bendan. Sedangkan Nur Syafia Rahma (5) warga Panjang Wetan Gg. 1 B Pekalongan Utara kini masih menjalani peraatan intensif di RSU Budi Rahayu.

Atas kasus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto pada 25 April 2019, mengatakan, pihaknya kini akan membawa sampel permen cokelat ke laboratorium di Semarang.

“Kepastian penyebabnya menunggu hasil Lab dimana sampel makanan baru kita sampaikan ke Balai Besar POM Semarang besok,” kata Slamet Budiyanto.

Selain Dinkes Kota Pekalongan, pihak kepolisian pun angkat bicara. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Situpu menegaskan pihaknya masih mendalami kasus ini.

“Anggota kita masih mendalami kasus ini. Kita juga menunggu hasil labnya,” jelasnya singkat.

Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy memberikan keterangan tambahan. Ia menyebutkan saat ini pihaknya sudah mengamankan coklat mermaid tersebut. “Barang bukti coklat mermaid kita amankan dan akan dibawa ke laboratorium forensik polda Jawa Tengah, untuk memastikan kandungannya,” jelasnya.

Where it circulated

Pertanyaan Anggota FAFHH (@Dimas Fajar Erlangga) dan Media Sosial Facebook

Sources and references

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

    Catatan

  6. 6

    Terkait permen marshmallow berbentuk panda pada tangkapan layar sumber belum diketahui kebenaran informasinya hingga kini. Masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait tentang permen marshmallow. Dalam pembahasan ini fokus pada isu coklat “Mermaid.”

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →