[BENAR] Klarifikasi Divisi Humas Polri terkait informasi "anak China ancam tembak Jokowi dibebaskan"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Ditkrimum Polda Metro Jaya sudah menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Telah beredar di Media Sosial, Konten dengan isi “POLISI DAGELAN, ANAK CHINA ANCAM TEMBAK JOKOWI DIBEBASKAN DENGAN DALIH LUCU LUCUAN. ANAK PRIBUMI ANCAM PENGGAL JOKOWI LANGSUNG DITANGKAP & DIANCAM HUKUMAN MATI, SELAMAT DATANG DI NEGARA BAGIAN RRC YANG BERNAMA INDONESIA” adalah Tidak Benar/ HOAX.
Berkas Perkara Pidana dengan Nomor : BP/391/V2018/Ditreskrimum tanggal 30 Mei 2018 atas nama tersangka ROYSON JORDANY TJAHYA sudah diterima oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan dilakukan penelitian hasil pemeriksaannya dinyatakan sudah lengkap.
Sesuai dengan pasal 8 (3) b, 110 dan pasal 138 (1), 139 KUHAP, Ditkrimum Polda Metro Jaya menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Saring Sebelum Sharing
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BERITA] Kasus ABG Ancam Tembak Jokowi Akhirnya Selesai di Luar Pengadilan
Kasus itu awalnya diproses lalu diserahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Penyerahan tahap 2 dalam perkara itu dilakukan pada 24 Juli 2018.
[SALAH] “Karena Trauma dan Paranoid, Polisi Bisa Langsung Tembak Jika Kabur Saat Razia”
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen M. Iqbal membantah isu yang mengatakan karena kondisi psikis polisi yang cenderung paranoid dari trauma berbagai peristiwa terakhir, jika masyarakat kabur dari razia polisi, maka bisa langsung…
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Polisi Bebaskan Remaja Tionghoa yang Ancam Tembak Jokowi Karena Etnisnya?
[HOAKS] Anggota KPU Dapat Ancaman Dibunuh jika Tak Menangkan Jokowi
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Belum lama ini beredar kabar yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa ada ancaman terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum terkait Pemilihan Presiden 2019.