✓CredibleVerifiedIndonesian

[BENAR] KPK Bantah Keluarkan Surat Edaran Terhadap Universitas Sam Ratulangi

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Sebuah surat edaran yang mengatasnamakan instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Universitas Sam Ratulangi terkait gratifikasi yang diterima oleh pihak kampus beredar di media sosial. Atas beredarnya kabar itu, Jubir KPK Febri Diansyah menegaskan informasi tersebut tidak benar. Walaupun surat itu menggunakan kop surat sama persis dengan kop surat KPK. “Surat itu bukan berasal dari KPK. Kami pastikan surat itu palsu,” kata Febri kepada awak media, Senin (28/5).

Belum lama ini, beredar foto surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Universitas Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara. surat itu ditujukan untuk rektor Universitas Sam Ratulangi Manado terkait dengan informasi adanya gratifikasi di kampus tersebut.

Atas beredarnya foto tersebut, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, menegaskan bahwa surat tersebut bukan berasal dari pihak KPK. Sehingga dipastikan palsu.

“Surat itu bukan berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Kami pastikan surat itu palsu,” tegas dalam pesan singkat, Senin (28/5/2018).

Febri mengimbau kepada universitas untuk melaporkan kepada pihak kepolisian terkait surat tersebut jika mendapatkan surat sejenis. Terlebih jika mengandung pemerasan.

“Bagi universitas atau pihak lain yang menerima surat itu dan disertai permintaan fasilitas atau uang, segera laporkan pada kepolisian setempat,” ujar Febri.

Untuk diketahui, di dalam surat edaran itu bertuliskan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi diduga menerima gratifikasi atau sumbangan berupa uang dari masing-masing calon mahasiswa, calon spesialis dan calon doktoral.

Dalam surat tersebut juga disebutkan kalau PPATK sudah mengendus adanya transaksi mencurigakan di Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi.

Akan tetapi, pada surat edaran itu tidak ada tanda tangan pimpinan KPK, melainkan bertuliskan surat edaran ini sifatnya sah tanpa cap dan tanda tangan. Kejadian ini sempat membuat geger pihak Universitas Sam Ratulangi.

Where it circulated

MEDIA DARING

Sources and references

  1. 1

    KPK memastikan bahwa surat,seperti yang terlampir dibawah ini, merupakan surat Palsu & bukan berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

  2. 2

    Bagi universitas atau pihak lain yg menerima surat itu & disertai permintaan fasilitas/uang, agar dpt melapor pada kepolisian setempat. pic.twitter.com/WxELXNem1H

  3. 3

    — KPK (@KPK_RI) May 28, 2018

  4. 4
  5. 5
Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[HOAKS] BIN Keluarkan Surat Edaran Siaga 1 Jelang Aksi Reuni 212

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Saat ini beredar foto yang menayangkan surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai status Siaga 1 jelang kegiatan Reuni 212.

Kompas.comDec 1, 2018
!Misleading
Indonesian

(MISINFORMASI): BIN Keluarkan Surat Edaran Larang Bercelana Cingkrang dan Berjenggot Bagi Karyawannya

Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara Zaelani menyatakan tak pernah meneken atau menerbitkan surat edaran interal terkait larangan berjenggot dan bercelana cingkrang. Ia berkata, surat edaran yang beredar di media sosial itu tidak benar.

TurnBackHoax (MAFINDO)May 18, 2017
✕Hoax
Indonesian

[salah] bin keluarkan surat siaga i terkait kegiatan reuni 212

Juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto, mengatakan surat edaran untuk pegawai BIN agar melaksanakan Siaga I mengantisipasi situasi dan kondisi yang mengganggu stabilitas keamanan nasional terkait dengan kegiatan reuni 212 adalah tidak benar adanya.

Stophoax.idNov 29, 2018
✓Credible
Indonesian

[BENAR] “Ormas Projo Bantah Keluarkan Surat Aksi Kiri Super Senyap”

Ormas Projo menyatakan surat yang bertema Aksi Kiri Super Senyap yang intinya berisi strategi untuk menangkan Presiden Jokowi bukan berasal dari pihaknya. “Kami sudah terbiasa menghadapi fitnah seperti ini. Apa yang beredar di media sosial itu hoax.

TurnBackHoax (MAFINDO)May 8, 2018