[BENAR] KPU Bantah Informasi Yang Menyebut Bahwa Kemarin Adalah Batas Terakhir Pengecekan Daftar Pemilih Pilpres 2019
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Debunk ini berisi klarifikasi dari komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz yang menyebut bahwa informasi yang beredar terkait kemarin adalah hari terakhir untuk mengecek daftar pemilih Pilpres 2019 di situs KPU adalah hoaks.
Sejak kemarin beredar kabar di media sosial mengenai kemarin adalah batas hari terakhir untuk mengecek apakah nama kita ada di daftar pemilih Presiden pada 2019 mendatang lewat situs KPU https://sidalih3.kpu.go.id/.
Menanggapi informasi tersebut, Komisioner KPUViryan Aziz menegaskan kabar tersebut hoax.
“Berita bahwa pengecekan (terakhir) daftar pemilih hari ini itu hoax,” kata Viryan saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (8/10/2018).
Pengecekan daftar pemilih bisa dilakukan lewat situs https://sidalih3.kpu.go.id hingga hari pencoblosan. Dengan demikian, masyarakat bisa mengecek apakah namanya sudah terdaftar kapan pun hingga hari pencoblosan.
“Pengecekan daftar pemilih bisa terus dilakukan oleh masyarakat sampai hari pemungutan suara 17 April 2019,” ujar Viryan.
Sementara itu, KPU belum menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bagi Anda yang namanya belum terdaftar, segeralah melapor ke kantor kelurahan.
Where it circulated
MEDIA SOSIAL
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Ribuan Suara Pemilih Prabowo Hangus Karena Kecurangan Pemilu di Turki
Isu telah terjadi kecurangan Pemilu di Turki terbukti tidak benar. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Di banyak negara, memang terjadi banyak antrean panjang para pemilih.
[HOAKS] Hasil Survei Balitbang Kompas untuk Pilpres 2019
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Menjelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, beredar beberapa pesan berbau politik, salah satunya pesan yang menginformasikan hasil survei Pilpres 2019.