[BERITA] KPU Bantah Tuduhan Server Disetting untuk Menangkan Jokowi 57% dan Akan Lapor Bareskrim
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Serangan hoaks terhadap KPU masih bergulir jelang pencoblosan Rabu, 17 April 2019. Kali ini muncul sebuah video berisi tuduhan ke KPU yang beredar di medsos. Di video itu, KPU dituduh sudah mengatur agar Jokowi-Ma’ruf Amin menang 57%. KPU tegas membantah tuduhan tersebut.
Video yang viral itu memperlihatkan seorang pria bicara di sebuah pertemuan. Pria itu bicara banyak hal, salah satunya soal KPU.
“Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%,” kata pria tersebut.
Video itu menyebar luas di berbagai platform media sosial, salah satunya akun facebook Rahmi Zainuddin Ilyas ( facebook.com/rahmi.z.ilyas )
Akun ini menulis narasi sebagai berikut :
“Astaghfirullah :scream::scream::scream:
Semua terbongkar atas Kebesaran dan Kekuasaan serta Kehendak Allah semata.”
http://archive.fo/sOr22 – Sudah dibagikan 13915 saat tangkapan layar diambil.
Informasi ini juga menyebar melalui aplikasi percakapan dengan narasi : “Breaking News:exclamation: Pak wahyu mantan staff jokowi di solo bongkar server KPU di singapur udh setting kemenangan 01 57%!!!, jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan :loud_sound:”
KPU dengan tegas membantah segala tudingan yang membuat orang meragukan KPU.
“Materi atau substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” ucap komisioner KPU Hasyim Asy’ari dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4).
Hasyim mengatakan tak ada server KPU di luar negeri, semua di dalam negeri. Sementara untuk metode penghitungan suara resmi, KPU sudah berulang kali menjelaskan akan dilakukan secara manual berjenjang, bukan menggunakan sistem IT.
“Proses penghitungan suara secara manual bertingkat dari TPS, PPK (kecamatan), KPU Kab/Kota, KPU Provinsi, dan KPU (pusat),” terang Hasyim.
Sementara, sistem IT digunakan KPU hanya untuk semacam data pembanding agar masyarakat mendapat gambaran lebih dulu soal hasil Pemilu, yaitu melalui scan C1. Teknisnya, hasil penghitungan suara di seluruh TPS akan diunggah dan muncul dalam model tabulasi di website KPU. Tapi sekali lagi, ini bukan hasil resmi yang akan jadi acuan KPU menentukan pemenang Pemilu.
“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik (saksi, Panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media dan lain-lain) dan semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano,” paparnya.
“Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT.”
Tak hanya memberi bantahan, KPU akan melaporkan hoaks ini kepada Bareskrim Polri sama seperti saat hoaks 7 kontainer surat suara sudah tercoblos.
“Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewat video tersebut, KPU merasa dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” tutupnya.
Sources and references
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[KLARIFIKASI] Video yang Sebut Server KPU Menangkan Jokowi 57 Persen
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. KOMPAS.com — Video yang menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengatur server untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil…
[HOAKS] Kapolsek Pasir Wangi, Garut Dikerahkan Untuk Menangkan Jokowi
Telah Beredar luas dimedia sosial postinga facebook tentang pengakuan eks kapolsek Pasir Wangi, Garut membuka tabir yang selama ini coba ditutup tutupi. Anggota polri dikerahkan untuk memenangkan jokowi.