[BERITA] “Polisi: Dua Orang Tewas di Monas Bukan karena Antre Sembako”
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
“Polisi: Dua Orang Tewas di Monas Bukan karena Antre Sembako
Tim VIVA »
BERITA METRO
Selasa, 1 Mei 2018 | 11:26 WIB
(foto)
VIVA.co.id/Danar Dono
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.
VIVA – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam Pesta Rakyat dan bagi-bagi sembako di Monas Jakarta Pusat pada Sabtu 28 April 2018.
“Bukan. Tidak benar,” ucap Argo di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 1 Mei 2018.
Dia menjelaskan, pada hari Sabtu 28 April 2018 sekitar pukul 15.00 WIB sore kepolisian mendapatkan laporan seorang remaja berumur 13 tahun pingsan di luar kawasan Monas. Remaja pingsan tepatnya di seberang Markas Besar Angkatan Darat.
“Ada Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) membawa pakai ambulans, mereja membawa ke RS (Rumah Sakit) Tarakan. Setelah dicek di RS Tarakan masih hidup,” katanya.
Korban meninggal dunia sesampainya di rumah sakit. Argo menyebut korban bukan meninggal karena antre sembako.
(foto)
“Kemudian beberapa menit kemudian korban meninggal dunia dikarenakan suhu badan yang tinggi dan kekurangan cairan atau dehidrasi,” ujar Argo.
Lalu, lanjut dia, pada Minggu 29 April 2018, kepolisian mendapatkan informasi ada remaja berumur 11 tahun meninggal di RS Tarakan. Remaja itu meninggal dunia sekira pukul 05.00 WIB.
“Setelah kita tanya dokter yang jaga, yang bersangkutan kekurangan cairan atau dehidrasi dan suhu badan tinggi. Menurut keterangan orang tua korban, korban ada keterbelakanagan mental,” ujar dia.
Maka dari itu Argo menjelaskan keduanya tidak meninggal dunia karena antre sembako. “Tidak, kita temukan tidak mengantre,” katanya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu menegaskan, tidak ada korban yang meninggal akibat antre sembako.
“Saya nyatakan bukan ya, karena kalau bagi sembako di dalam Monas aman kondusif dan saya pantau langsung. Kalau yang bersangkutan TKP (Tempat Kejadian Perkara) pingsan diluar Monas. TKP di Jalan Medan Merdeka ditemukan petugas Satpol PP, silahkan konfirmasi ke Satpol PP yang temukan, terus dilarikan ke RS. Ditemukan jam 2 siang, meninggal dunia di RS Tarakan jam 8 malam,” ucap Roma menambahkan.”
CATATAN
Berhubungan dengan post sebelumnya di https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/635409876791551/
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] “Kapolres Jakpus Sebut Kabar Warga Tewas di Acara Bagi-bagi Sembako Monas Hoax”
“Dia membenarkan bahwa ada warga yang meninggal disekitar kawasan Monas. Namun yang bersangkutan bukanlah salah satu peserta, melainkan warga yang tengah berjalan dipedestrian luar Monas.”, selengkapnya di bagian REFERENSI.
[DISINFORMASI] Polisi Bagi- Bagi Sembako Jelang Pilpres 2019
Beredar kabar bahwa oknum polisi begi-bagi sembako jelang pilpres 2019 Faktanya “Kejadian dalam video tersebut adalah kegiatan saat kepolisian membantu dan mengamankan pembagian sembako pada Lebaran 2017 lalu,” jelasnya kepada awak media, Rabu (3/4).
[SALAH] Video Polisi Bagi-Bagi Sembako Jelang Pilpres 2019
Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo tegaskan itu hoax dan tidak benar.