Berita Polri Ikut Hitung Perolehan Suara Pilkada Makassar Hoax!
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
JPP, JAKARTA – Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan pemberitaan sebuah media online yang menyebut bahwa Tim Pengamanan Pilkada Mabes Polri mencatat perolehan suara dalam Pilkada Kota Makassar merupakan berita hoaks.
“Tidak ada. Sudah ada instruksi Kapolri kalau tidak boleh (mencatat perolehan suara),” tegas Syafruddin di Kompleks STIK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).
Menurut dia, pelarangan itu mengacu pada Surat Telegram Nomor:STR/404/VI/OPS.1.3./2018 tertanggal 22 Juni 2018.
Dalam surat tersebut, dijelaskan Syafruddin, untuk menjaga netralitas Polri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan agar polisi yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) dilarang memasuki TPS, polisi yang bertugas pengamanan dilarang mencatat dan mendokumentasikan hasil perhitungan suara, dan dilarang mempengaruhi masyarakat yang akan memberikan suaranya.
Saat ditanya mengenai kebenaran komentar Wakapolri soal hitung cepat kolom kosong yang mengungguli paslon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi, Syafruddin menegaskan bahwa Ia tidak pernah berkomentar soal politik.
“Tidak ada, berita itu hoaks. Polri netral, apalagi saya. Saya tidak pernah berkomentar macam-macam. Saya hanya berkomentar tentang olahraga, masjid, dan keamanan,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah media online menyebut Tim Pengamanan Pilkada Mabes Polri mencatat bahwa paslon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi unggul tipis dari kolom kosong dalam perolehan suara di Pilkada Kota Makassar.
Dalam pemberitaan tersebut, Syafruddin juga turut berkomentar dengan membantah paslon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi kalah jumlah suara dari kolom kosong.
Sebagai informasi, di Kota Makassar, pilkada hanya diikuti oleh satu paslon yakni Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi karena satu paslon lain, yakni M Ramadhan Pomanto-Indira Mulyasari, dibatalkan pencalonannya oleh KPU Kota Makassar. (ant)
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] Wakapolri Tidak Pernah Beri Pernyataan Terkait Pilkada Kota Makassar 2018
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memberikan klarifikasi atas pemberitaan di salah satu media daring yang menyebutkan dirinya memberikan pernyataan terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar 2018.
[DISINFORMASI] Perubahan Suara saat Hitungan KPU sudah 100%, Perolehan Suara Anies-Sandi Berkurang 7000 suara
“Iya, ada kesalahan input data, di TPS 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan di Jakarta Selatan untuk paslon 3, dari mestinya 266 tertulis 7.266,” kata Sumarno kepada VIVA.co.id, Sabtu malam, 18 Februari 2017.