Cek Fakta Sepekan, Surat Undangan Kemendikbud hingga Konsultan Asing
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.
KOMPAS.com – Kabar palsu atau hoaks yang beredar di media sosial maupun melalui aplikasi pesan WhatsApp kerap membuat masyarakat resah.
Tak hanya itu, kabar palsu ini juga kerap merugikan beberapa pihak yang tidak menyaring informasi.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya lebih jeli dalam menyaring informasi dan kabar dari media sosial agar tidak termakan informasi bohong.
Dalam pekan ini, Kompas.com telah merangkum sebanyak dua hoaks dan satu klarifikasi yang muncul pada 4-8 Februari 2019. Berikut rinciannya.
Surat undangan Kemendikbud
Kabar mengenai surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI beredar di media sosial pada Rabu (6/2/2019).
Surat ini berisi undangan kepada Kepala Sekolah SD Inpres Onekore 3, Regina Uwa, untuk hadir dalam acara Bimbingan Teknis dan Penetapan SD Penerima Bantuan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana pada Tahun Ajaran 2019.
Dalam surat bernomor 5979/D5.7/TU/2019 juga disebutkan beberapa syarat yang harus dibawa peserta, seperti fotokopi rekening bank pemerintah atas nama sekolah/bendahara/kepala sekolah, stempel sekolah, materai Rp 6.000 sebanyak lima lembar, dan juga membawa laptop/ notebook.
Selain itu, peserta juga wajib memesan tiket pesawat di Agen Nuwansyah Travel atas nama Andi Nur Ichwansah paling lambat pada Rabu (6/2/2019) pukul 16.00 WIB.
Mengetahui adanya surat palsu yang mengatasnamakan Kemendikbud, pihaknya kemudian menegaskan bahwa surat tersebut palsu.
“Surat itu palsu. Kemendikbud tidak pernah merekomendasikan atau mewajibkan kepada peserta untuk menggunakan agen perjalanan tertentu,” ujar Kepala Subbagian Layanan informasi Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Anandes Langguana saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (6/2/2019).
Anandes juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap surat yang mengatasnamakan Kemendikbud.
Jika menemukan surat yang mencurigakan, masyarakat bisa melapor ke unit layanan terpadu Kemendikbud.
Hasil Survei Balitbang Kompas
Pesan yang berisi hasil survei yang mengaku berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kompas beredar di aplikasi pesan WhatsApp pada Kamis (7/2/2019).
Berikutnya
Adapun pesan ini juga menampilkan…
Page:
1
2
3
Show All
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Surat Undangan Bimbingan Teknis atas Nama Kemendikbud
Debunk ini berisi bantahan terhadap surat undangan bimbingan teknis palsu yang mengatasnamakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Surat itu palsu.
[salah] pria bule yang hadir pada debat pilpres perdana ialah konsultan politik prabowo – sandi
Anggota Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Imelda Sari menyatakan, foto pria bule yang hadir saat debat Pilpres perdana bukanlah konsultan Prabowo – Sandi.
[SALAH] Nama Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing Stanley Greenberg
Sejauh ini tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan bahwa Jokowi menggunakan jasa konsultan asing bernama Stanley Greenberg dalam kontestasi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
[KLARIFIKASI] Polemik Penggunaan Jasa Konsultan Asing Stan Greenberg
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo dikabarkan menggunakan jasa konsultan politik asal Amerika Serikat, Stanley Bernard Greenberg, menjelang Pemilihan Presiden 2019.