[DISINFORMASI] Artikel "Pihak Istana Tegaskan Warga Tionghoa Bisa Jadi Presiden"
The original site is no longer online; links go to the Common Crawl copy.
What the fact-checkers found
Sebuah tautan artikel dengan judul "Pihak Istana Tegaskan Warga Tionghoa Bisa Jadi Presiden" diketahui beredar luas di sejumlah platform media sosial. Unggahan itu lantas menuai perdebatan sejumlah netizen atas pernyataan yang seolah-olah diungkapkan oleh juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, bahwa warga Tionghoa bisa menjadi presiden.
Faktanya, setelah ditelusuri ternyata artikel tersebut melansir artikel news.detik.com dan mengubah judulnya. Diketahui artikel asli diunggah pada 7 Februari 2020 dengan judul "Hadiri Cap Go Meh, Jubir Presiden: Istilah Pribumi Sudah Tak Ada di RI". Fadjroel Rachman sama sekali tidak menyebut warga Tionghoa bisa jadi presiden. Ia menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi istilah pribumi, yang ada adalah warga negara Indonesia.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] “Apapun Kelucuan yang Dibuat Rezim Ini Tetap Pokus Dengan 2019gantipresiden”
Artikel yang dibagikan tersebut menggunakan sumber tulisan satire yang berubah maknanya karena gagal dipahami oleh akun-akun yang menyebarkan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[DISINFORMASI] Ujaran Kebencian Untuk Etnis China Yang Mengatasnamakan Sultan Hamengkubuwono X
Media sosial kembali ramai dengan pemberitaan atau informasi yang kejelasannya masih diragukan. Pemberitaan atau informasi tersebut mencatut nama Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ramai di Twitter.
[DISINFORMASI] Penggunaan foto di post tulisan “Pencak Silat Memeluk Semua yang Mencintainya”
Foto yang digunakan oleh post sumber adalah foto Rinrada Thurapan, transgender dari Thailand pemenang “Miss Tiffany’s Universe 2017″. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[KLARIFIKASI] Aparat Dukcapil Bingung Rusun Kapuk Muara Mayoritas Diisi Pendatang Tionghoa dan Bermobil Mewah
Dilansir dari kompas.com, Penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, ternyata banyak yang tidak memiliki KTP DKI. Bahkan mayoritas penghuni merupakan warga Tionghoa asal Bagansiapi-api, Riau.