(DISINFORMASI): Baliho Red Army di Kota Malang Adalah Simbol Kebangkitan PKI
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sejumlah atribut publikasi atau baliho milik organisasi kemasyarakatan Red Army di Kota Malang diturunkan menyusul adanya tuduhan organisasi tersebut beraliran komunis.
Penurunan baliho itu dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Malang pada Selasa (4/7/2017). Komandan Kodim (Dandim) 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aprianko Suseno mengatakan, penurunan baliho tersebut sudah dikomunikasikan dengan pihak organisasi Red Army.
“Red Army itu kalau orang melihat itu kan identik dengan komunis. Identik dengan satuan di Uni Soviet, di Vietnam maupun di China,” katanya, Rabu (5/7/2017).
Baliho Bergambar Mantan Walikota Malang yang dituduh Bernuansa PKI
Aprianko mengatakan, tuduhan komunis terhadap Red Army Kota Malang berasal dari warga luar Kota Malang. Sebab bagi warga Kota Malang, Red Army merupakan organisasi bentukan Peni Suparto, mantan wali kota Malang dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013.
“Kalau orang Malang itu tahu kalau Red Army itu bentukannya Pak Peni. Tapi kalau orang luar Malang yang lihat, kok ada Red Army. Nah, makanya di medsos dibuatlah identik dengan komunis. Bahkan di medsos berbunyinya apakah Red Army komunis sudah turun di Kota Malang,” jelasnya.
Ketua Organisasi Red Army, Peni Suparto mengatakan, organisasi yang dibentuknya pada akhir 2012 itu tidak terkait dengan paham komunis. Baik paham komunis di Rusia, Vietnam maupun China.
“Kalau dikaitkan dengan Rusia, siapa yang tahu Rusia. Tidak ada (organisasi Red Army di Kota Malang) komunisnya,” katanya.
Peni menyebut, asas organisasi yang dipimpinnya adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sementara tujuannya adalah ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Red Army adalah organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila dan UUD 45 yang bertujuan memelihara NKRI. Tidak ada komunisnya. Kami akan berada di garis depan dalam menjaga Pancasila. Red Army tidak ada kaitannya dengan komunis,” katanya.
Terkait dengan lambang bintang berwarna kuning yang menjadi lambang organisasi tersebut, Peni mengaku bahwa lambang tersebut untuk menunjukkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Di dada Pancasila, ada lambang bintang yang menunjukkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Warga Red Army adalah warga yang berketuhanan Yang Maha Esa. Salahnya di mana. Dan, ini saya akan pertanggungjawabkan,” jelasnya.
Peni mengakui bahwa baliho yang dipasangnya tidak berizin. Menurutnya, perizinan baliho tersebut masih dalam proses.
“Kenapa sedang diproses karena saat dipasang semua kantor masih tutup (libur Lebaran),” katanya.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Simbol dan Kebangkitan PKI
[DISINFORMASI] Baliho Jokowi-Ma'ruf Bertuliskan TKA Asing Dapat Pekerjaannya Kita Dapat Kartunya Kartu Prakerja Hebat
Telah beredar sebuah postingan dimedia sosial sebuah foto baliho besar milik Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf Amin yang terdapat di pinggir jalan dan bertuliskan “TKA Asing Dapat Pekerjaannya Kita Dapat Kartunya Kartu Prakerja Hebat#01”.
[BENAR] Baliho “Cinesia Timur Sakti” Bertuliskan Bahasa Cina di Bandara Haluoleo Kendari
Menjawab pertanyaan anggota Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), foto baliho yang viral di media sosial tersebut benar adanya, bukan rekayasa maupun hasil suntingan.
[BENAR] Klarifikasi Surat Edaran Intruksi Memasang Spanduk Ucapan Selamat Terpilihnya Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden
Dengan perihal klarifikasi surat instruksi, surat yang resmi bertandatangan Ketua BPN Djoko Santoso dan juga Sekretaris Hanafi Rais itu dan diberi cap Prabowo-Sandi berwarna merah menyatakan bahwa surat edaran itu adalah hoax.