[DISINFORMASI] Buku UUD 1945 yang Diubah oleh Rejim Jokowi, Berisi Ideologi Komunis
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah dilaporkan adanya sebuah video dengan narasi unggahan berbunyi “ Awas! Buku UUD 1945 yang diubah oleh rejim jokowi diperuntukan ke anak didik Sekolah, buku tersebut berisi ideologi komunis” Dalam video tersebut seorang laki-laki tengah menjelaskan perihal sebuah buku berjudul “UUD 1945 dan perubahanya, Kabinet Reshuffle Jilid II” yang berisi tentang Pancasila dan (Undang-Undang Dasar) UUD 1945. Dalam buku tersebut, terdapat paragraf yang menyebutkan bahwa sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan dilambangkan dengan sebuah bintang emas berkepala lima. “Sila ini menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Buddha, Hindu, dan Ideologi Sekuler Sosialisme.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata keberadaan buku tersebut adalah benar adanya, akan tetapi sudah ditarik dari peredaran sebab telah memberikan definisi yang tidak sesuai dengan sila pertama Ideologi Indonesia. Dilansir dari www.liputan6.com, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo membenarkan peredaran buku tersebut di sekolah-sekolah yang ada di Sulawesi Selatan. Adapun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sudah menyurati Dinas Pendidikan di seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Selatan agar tidak mengedarkan buku terbitan Visimedia itu ke sekolah-sekolah. Kasus beredarnya buku tersebut pun telah ditangani oleh pihak berwajib. Maka jelas bahwa pernyataan bahwasanya Buku UUD tersebut adalah hasil yang telah diubah oleh razim Jokowi adalah disinformasi dan berpotensi menjadi narasi hoaks. Dalam UUD 1945 sendiri jelas dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”.[3]Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] “TIDAK DIBERITAKAN OLEH MEDIA MAINSTREAM”
Post sumber membagikan video dari iNews, media mainstream, dan video yang dibagikan bebas diakses di YouTube. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[DISINFORMASI] “Mudah-Mudahan Masih Banyak Rakyat Lugu yang Masih Bisa Ditipu Melalui Pencitraan yang Selama Ini Jadi Andalan”
Berita tersebut adalah berita tahun 2014. Tangkapan layar yang digunakan di post tersebut adalah hasil suntingan, karena: (1) Di mode tampilan mobile view tanggal yang tampil adalah tanggal ketika berita tayang, berbeda dengan tanggal yang ditampilkan di…
(HOAX) Larangan anti-miras di Minimarket ditiadakan oleh rezim Jokowi paska Gobel
tidak benar sama sekali. (1) Aturan yang dituduh mengizinkan kembali miras itu ternyata ditandangani April 2015 – padahal Gobel baru mangkat di Agustus 2015 🙂 (2) Aturan yang dituduh tsb ternyata tetap melarang miras di Minimarket # duhhh (3) Aturan yang…