[DISINFORMASI] Di Indonesia Biaya Tes dan Pengobatan Corona Berbayar karena Tidak Dicover BPJS
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
Only the verdict of this fact-check is kept in our archive. The original page on Stophoax.id is no longer online; the Internet Archive may still have a copy.
stophoax.id
Try the archived copyRelated fact-checks
Browse the archive →BPJS Hentikan Meng-cover Biaya Pengobatan Kanker
Pernyataan Sandiaga Uno itu sebelumnya pernah disampaikan saat ia berkampanye di Sragen, Jawa Tengah. Sandiaga kemudian mengunggah video yang berisi keluhan dari Ibu Liswati di Sragen lewat twitternya, Ahad, 30 Desember 2018.
[KLARIFIKASI] “BPJS Tak Tanggung Biaya Pengobatan 8 Penyakit Katastropik”
Isu mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lagi menanggung semua biaya delapan penyakit katastropik atau penyakit dengan biaya tinggi dan dapat mengancam jiwa penderitanya, seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis…
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tudingan Sandiaga Uno Bahwa BPJS Tak Lagi Biayai Pengobatan Kanker?
Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa defisit BPJS telah menyebabkan pengobatan seorang ibu di Sragen harus dihentikan. “Saya teringat kisah ibu Lis yang pengobatannya harus disetop karena BPJS tidak lagi meng-cover.
[KLARIFIKASI] Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Naik 100 Persen
Besaran santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas dari PT Jasa Raharja mengalami kenaikan sekitar 100 persen. Kebijakan ini sudah mulai diterapkan mulai awal Juni 2017.