[DISINFORMASI] Seorang Anak Menjadi Buta Setelah Membuka Bungkus Silica Gel
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah pesan berantai di WhatsApp menjadi viral setelah menampilkan foto seorang anak yang matanya menjadi buta disertai gambar dari sebuah bungkusan berisi butiran transparan kecil. Dalam narasi yang menyertai foto ini, disebutkan bahwa butiran tersebut merupakan pelastik kecil yang didapatkan di barang-barang baru. Pelastik ini disebut berbahaya dikarenakan bisa meledak jika tercampur atau direndam air. Seorang anak disebut telah menjadi korbannya setelah anak tersebut membuka bungkus pelastik tersebut yang menyebabkan biji pelastik itu melompat ke matanya. Ketika sang anak mencuci mukanya dengan air, biji pelastik tersebut kemudian meledak dan menyebabkan matanya menjadi buta.
Adapun zat yang disebut pelastik tersebut sebenarnya merupakan dessicant yang memang diperuntukkan sebagai pengawet produk agar lebih tahan lama dan tahan lembab. Dessicant biasanya mengandung silica gel yang relatif tidak terlalu berbahaya. Namun terdapat jenis lain dari dessicant yang terbuat dari kapur, atau kalsium oksida. Jenis ini dapat bereaksi secara kimia bila dikombinasikan dengan air, dimana proses tersebut dapat menghasilkan panas dengan cepat dan membentuk kalsium hiroksida yang sangat basa dengan nilai pH 12.4. Apabila wadah tidak mampu menampung uap, maka akan terjadi ledakan. Dalam kejadian yang sebenarnya, dessicant yang dipercaya digunakan dalam kejadian ini adalah dessicant dari kapur tersebut.
Pada narasi yang tersebar, dikatakan bahwa anak yang menjadi korban terkena dessicant setelah membuka bungkus dessicant sehingga menyebabkan zat dessicant melompat ke matanya. Ledakan sendiri terjadi ketika korban mencuci mukanya dengan air sehingga memicu zat dessicant meledak di matanya. Namun pada kejadian yang sebenarnya, korban tidak terkena zat dessicant yang melompat dari bungkusnya. Korban terlebih dahulu menuangkan dessicant ke dalam botol berisi air yang kemudian meledak. Cairan dari ledakan tersebut kemudian masuk kematanya dan menyebabkan kebutaan. Perbedaan informasi ini berpotensi menyebabkan kebingungan bagi publik. Meskipun demikian, ada baiknya bagi para orang tua dan orang dewasa lebih berhati-hati dalam menjaga anak kecil untuk menjauhi benda-benda yang berpotensi berbahaya seperti dessicant.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Korban Penganiayaan di Cicangri, Kabupaten Bandung Bukan Ustaz atau Ulama
Beredar kabar di Media Sosial adanya penganiayaan ustaz atau ulama di Kampung Cicangri, Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Klaim nama ustaz yang dianiaya ialah ustaz Usep.
HANYA DI TV MNC GRUP ADZAN MAGHRIB DIGANTI IKLAN
Status tersebut terbukti tidak benar. Siaran jaringan televisi di bawah MNC Group tetap menayangkan azan. Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafriel Nasution juga membantah saluran televisi MNC Group itu tidak lagi menyiarkan azan Magrib.
[SALAH] Akibat Pandemi COVID-19, Keluarga Beberapa Hari Tidak Makan
Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila) Faktanya klaim tersebut salah. Keluarga tersebut memang diusir dari kontrakan namun tidak benar jika keluarga tersebut tidak makan selama berhari-hari.