(EDUKASI) Propaganda: Senjata Paling Ampuh dalam Perang
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sumber foto: https://www.pexels.com/photo/blur-book-girl-hands-373465/
Artikel ini merupakan tulisan status akun Alto Luger yang dibagikan Chandra A Gani di Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax. Artikel ini cukup menarik untuk dibaca dan mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana.
= Propaganda: Senjata paling ampuh dalam perang =
“Ini adalah saudara-saudara kita, Muslim Rohingya yang dibantai oleh kaum Budha di Myanmar. Apakah kamu diam saja melihat gambar mereka yang menjadi korban kebiadaban Myanmar ini? Ayo mari kita membantu saudara-saudara kita Muslim Rohingya dengan mengirim donasi ke nomer rekening <insert nomer rekening dan nama pemilik>. #SaveRohingya ”
Kalau anda percaya apa yang beta tulis di atas, maka SELAMAT, anda sudah menjadi korban propaganda yang beta bikin. Beta menjadikan tragedi kemanusiaan di Rohingya sebagai ‘alat’ untuk mendapatkan keuntungan finansial bagi diri beta. Beta memakai taktik ‘ social engineering’ untuk bermain dengan perasaan empati anda dengan memanfaatkan emosional identitas yang anda miliki. Beta mengeksploitasi identitas agama yang anda miliki dengan memakai kata kunci ‘muslim’, ‘bantai’, ‘korban’ dan ‘kebiadaban’, yang beta tahu akan membangkitkan emosi anda, membuat anda marah, teragitasi, berpikiran pendek dan mengambil solusi jangka pendek yaitu dengan mentransferkan sejumlah dana ke rekening yang sudah beta bikin. Bayangkan ada 10,000 orang yang termakan propaganda yang beta bikin dan masing-masing mengirim 100 ribu rupiah saja maka di rekening beta akan ada 1 milyar. Ini uang dari kebodohan anda.
Kenapa kroscek informasi dari medan perang itu penting? Karena dalam perang, akan ada segelintir orang yang selalu diuntungkan secara ekonomi. Mereka inilah yang akan selalu menjaga agar konflik dan perang itu tetap jalan, karena dari situlah mereka menjadi lebih kaya dan lebih berkuasa.
Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa menunjukkan bahwa sebuah foto itu adalah hoax dan terindikasi merupakan bagian dari propaganda TIDAK BERARTI bahwa anda meniadakan tragedi kemanusiaan yang terjadi dari sebuah konflik. Dengan menunjukkan KEBOHONGAN dari sebuah propaganda berarti ANDA MENOLAK UNTUK DIJADIKAN BAGIAN DARI KONFLIK TERSEBUT.
Jadi anti terhadap foto-foto hoax dari Rohingya, BUKAN BERARTI anti terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi disana.
Menolong orang tidak harus dengan membodohi diri sendiri!
Salam dari Iraq
Where it circulated
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[EDUKASI] “Metodologi Perang Informasi”
“Memerangi HOAX konteksnya bukan pro Jokowi atau anti Jokowi, tapi pro Pemerintah yang syah dan konstitusional. Siapapun yang sedang berkuasa, suka atau tidak suka dia adalah pemimpin kita yang legal dan harus kita jaga martabatnya.
[HOAX] PENETAPAN 17 PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN TNI OLEH PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO
Beredar sebuah foto dengan narasi jika Panglima TNI Marsekal Hadi telah menetapkan 17 program prioritas pembangunan TNI. Namun belakangan diketahui jika informasi tersebut tidaklah benar melainkan HOAX.