[Fakta atau Hoax] Benarkah Erdogan Memuji Pidato Prabowo Subianto?
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan, dikabarkan memberi pujian kepada Calon Presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto. Kabar itu termuat dalam artikel yang diunggah oleh situs Asia Satu pada 15 Januari 2019.
Artikel tersebut menulis judul dengan huruf kapital: PUJI PIDATO PRABOWO, ERDOGAN : SOEKARNO BARU AKAN MUNCUL DI INDONESIA! Isi artikel itu mengklaim bahwa Erdogan memuji pidato Prabowo seperti Soekarno.
Artikel yang memberitakan Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan, memberi pujian kepada Calon Presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto
Situs itu menulis:
Dalam sesi wawancara tak resmi, Erdogan memuji Prabowo seperti Soekarno. “Sepertinya Soekarno baru akan muncul di Indonesia,” ujar Erdogan. Meski tidak menyebutkan nama sosok, diyakini pujian tersebut ditujukan buat Prabowo Subianto. Setelah pidatonya menjadi trending topic di medsos.
Artikel tersebut muncul sehari setelah Prabowo Subianto membacakan Pidato Kebangsaan di JCC Plenary Hall pada 14 Januari 2019.
Artikel di Asia Satu itu banyak dibagikan di media sosial. Di Facebook misalnya, hingga 21 Januari 2019, artikel itu sudah dibagikan 13,5 ribu kali. Di Twitter, artikel itu juga dibagikan oleh akun #2019PrabowoSandi @Gemacan70 dan telah mendapat 457 kali serta disukai 895 warganet.
Benarkah Erdogan memuji pidata Prabowo Subianto?
Bukan media online kredibel
Website Asia Satu Online bukan tergolong media berita yang kredibel karena tidak mencantumkan siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan. Padahal ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: “Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.“
Selain itu, tak ada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dimuat dalam situs tersebut. Kewajiban pemuatan Pedoman Pemberitaan Media Siber tercantum jelas pada Pasal 8.
Pedoman Pemberitaan Media Siber ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012, agar pengelolaan media siber dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Asia Satu Online juga pernah menyebarkan disinformasi, salah satunya artikel berjudul GERAM! TURKI KERAHKAN PASUKAN ELITE BUAT LACAK PEMFITNAH HABIB RIZIEQ, “KAMI DATANG BERSAMA KEMATIAN”. Cek fakta atas artikel tersebut pernah dipublikasikan Tempo.
2. Tidak ada rujukan sumber
Pernyataan Erdogan itu tidak diketahui asal sumbernya. Bahkan saat Tempo menelusurinya di mesin pencari, juga tidak menemukan media lain menuliskan hal tersebut.
Keraguan atas artikel ini tertera dalam alinea satu yang menulis bahwa Erdogan menyatakan itu dalam wawancara tak resmi. Kemudian pada alinea kedua tertulis: meski tidak menyebutkan nama sosok, diyakini pujian tersebut ditujukan buat Prabowo Subianto. Jadi, informasi ini diragukan kebenarannya.
3. Isi artikel keseluruhan “gak nyambung”
Isi alinea satu dan alinea dua yang menyebutkan pujian Erdogan kepada Prabowo ternyata berbeda dengan paragraf berikutnya. Pada paragraf keempat, malah menyebutkan soal Majelis Ulama Indonesia yang pernah memuji Erdogan:
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Yunahar Ilyas, pernah memuji keberanian presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menghadapi arogansi negara-negara Barat yang seringkali menindas negara kecil, termasuk negara Islam.
Ia juga melihat Erdogan seperti presiden pertama Indonesia Soekarno yang penuh wibawa dan tidak gentar menghadapi dunia. Pandangan ini ia sampaikan kepada Anadolu Agency ketika dihubungi via telepon, beberapa waktu lalu.
Anadolu memang pernah menulis pujian MUI untuk Erdogan pada berita berjudul “ MUI puji keberanian Erdogan ” yang dipublikasikan pada 19 Juli 2017. Pujian MUI itu setelah Erdogan berpidato di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun dalam berita Anadolu itu, tidak ada keterangan bahwa Erdogan memuji pidato Prabowo Subianto.
Kesimpulan:
Dari penelusuran fakta itu bisa disimpulkan, informasi bahwa Erdogan memuji pidata Prabowo Subianto adalah keliru.
IKA NINGTYAS
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] PUJI PIDATO PRABOWO, ERDOGAN : SOEKARNO BARU AKAN MUNCUL DI INDONESIA
Website Asia Satu Online bukan tergolong media berita yang kredibel karena tidak mencantumkan siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan. Pernyataan Erdogan itu tidak diketahui asal sumbernya.
Reuni 212: Benarkah Klaim 8 Juta Peserta?
Jumlah peserta Reuni 212 bisa diprediksi dengan membagi luas ruas jalan lokasi reuni dengan bidang yang dibutuhkan para pesertanya—jika peserta Reuni 212 dianggap kerumunan longgar.
[Fakta atau Hoax] Benarkah Banyak Kasus Bunuh Diri di Indonesia Seperti Pidato Prabowo?
Calon Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal banyak masyarakat Indonesia yang bunuh diri karena kondisi ekonomi, dalam pidato kebangsaan yang ia helat di JCC Senayan pada Senin malam, 14 Januari 2019.
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi?
Foto Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, sedang memamerkan simbol dua jari yang identik dengan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno menjadi viral di media sosial. Informasi itu dibagikan oleh akun Revy Sukma di Facebook, Rabu 27 Maret 2019.