[HOAKS] 350 Warga Selandia Baru Masuk Islam Setelah 50 Muslim Terbunuh di New Zealand
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar video di youtube dan pemberitaan pasca kejadian penembakan di Christchurch Selandia Baru. Video dan berita tersebut memberitakan dan memperlihatkan dimana 350 orang masuk Islam setelah kejadian tersebut.
Faktanya Video tersebut diposting di Youtube 12 tahun lalu pada Agustus 2007, yang menunjukkan 5 orang Jerman masuk Islam. Dan jika dilakukan pencarian online berita terkait dengan 350 orang masuk Islam tidak dapat ditemukan media yang kredibel dari Selandia Baru yang membagikan berita ini.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Penganut Islam Kristen, Yahudi dan Buddha Hadir di Selandia Baru Mengalunkan Asmaul Husna dan Kalimat Tauhid untuk Menghadapi Wabah Corona
Hasil Periksa Fakta Helmi Fadillah Dwi Putra (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP) Itu adalah sebuah pertunjukan musik di Turki tahun 2011 sehingga tidak terkait dengan wabah COVID-19.
[SALAH] Foto di cuitan “Saudari kita ini…”; oleh @pedjoeang_islam
Salah satu foto yang digunakan diambil dari akun Instagram “Syma Beauty”, berdasarkan klarifikasi dari pemilik foto dia BUKAN termasuk korban. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[SALAH] Video Pemusik dan Penyanyi Dunia dari Berbagai Agama Menyanyikan Asmaul Husna di Selandia Baru untuk Memohon Berhentinya Wabah COVID-19
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Klaim tersebut tidak benar, diketahui video tersebut adalah pertunjukan musik di Turki pada tahun 2011 lalu. Hoax ini sudah beredar sejak bulan Maret 2020.
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Rakyat Selandia Baru Membakar Gereja Pascateror Terhadap Umat Muslim?
Sebuah video yang dinarasikan sebagai peristiwa pembakaran gereja di Selandia Baru menjadi viral di Facebook. Video itu dibagikan oleh akun Umi Pipik Dian Irawati pada 17 Maret 2019.