✕HoaxIndonesian

[HOAKS] Gempa Susulan di Lombok Berkekuatan 7,5 Magnitudo

Fact-check by Kompas.comPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

JAKARTA, KOMPAS.com – Beredarnya selebaran yang berisi imbauan terkait gempa bumi susulan bermagnitudo 7,5 di Lombok, NTB dipastikan adalah hoaks atau tidak benar.

Imbauan tersebut berisi informasi yang ditujukan kepada masyarakat Desa Puncak Jeringo dan sekitarnya agar tetap mewaspadai gempa bumi susulan bermagnitudo 7,5 yang diperkirakan terjadi pukul 22.30-23.59 WITA.

Dalam selebaran tersebut, masyarakat diharapkan untuk tidak berada di dalam rumah mereka pada jam yang sudah disebutkan.

Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) melalui akun resmi twitternya, @BNPB_Indonesia menyatakan, selebaran ini hoaks.

Sahabat Tangguh, jangan percaya HOAX kayak gini ya. Cek kebenarannya ke bpbd terkait, bnpb atau bmkg. Jadilah insan yg pintar dalam bermedsos #hoax #lombok #lombokearthquake @RadioElshinta @starjogja @lombokkita pic.twitter.com/DVBbclCOWo

— BNPB Indonesia (@BNPB_Indonesia) 7 Agustus 2018

Narasi yang beredar dalam selebaran tersebut adalah sebagai berikut:

“Sehubungan dengan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) pusat diimbau kepada masyarakat Desa Puncak Jeringo dan sekitarnya supaya tetap waspada terhadap bencana gempa bumi susulan yang diperkirakan pukul 22.30-23.59 WITA.

Di prakirakan kekuatan gempa susulan 7,5 SR. Dan diharapkan tidak berada di dalam rumah.”

Dalam twitnya, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya terhadap hoaks yang beredar.

Tanggapan BNPB

Humas BNPB Andri Utomo mengatakan, selebaran tersebut disebar ke banyak warga di sekitar lokasi gempa.

“Iya. (Selebaran) dibagikan ke warga-warga. Selebarannya di dapat dari orang tua yang tinggal di Bukit Jeringo. Kemudian di foto dan kirim ke WA ( Whatsapp ) ke anaknya. Lalu dikonfirmasi ke kami,” kata Andri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Andri menegaskan, gempa bumi tidak dapat diprediksi kedatangannya. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan panik.

Ia menambahkan, masyarakat untuk tidak mempercayai imbauan atau informasi yang bukan berasal dari pemerintah atau instansi pemerintahan terkait.

“Ikuti imbauan dari pemerintah, dan dari sumber resmi pemerintah seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” begitu imbau Andri.

Masyarakat dapat mencari informasi BMKG melalui aplikasi “Info BMKG” di Play Store atau iOS, Twitter @infoBMKG, dan situs resmi BMKG, www.bmkg.go.id.

Original source: regional.kompas.comOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →