[HOAKS] Jokowi Dan Ahok Terlihat Dekat dengan Keluarga Bos Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah beredar video viral di facebok dan di media sosial dengan dua video jokowi dan ahok, Penghianat!!! Wajib ditenggelamkan. Video tersebut sedang mendatangi suatu acara yang sama, video tersebut dinarasikan sedang dekat dengan keluarga bos besar sinar mas, Eka Tjipta Widjaja. Jokowi memakai baju batik warna coklat sedang menyalami sejumlah orang sedangkan ahok melayat mendiang Eka.
Faktanya video tersebut hasil plintiran, bukanlah video jokowi dan ahok yang menghadiri acara melayat bersama ke acara Eka Tjipta Widjaja di Rumah duka Rumah sakit pusat angkatan darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta pada senin 28 Januari 2019. Seperti diketahui Seperti diketahui, Eka yang lahir di Quanzhou, China, 23 Desember 1923 ini meninggalkan karyanya di usia 95 tahun berupa yayasan nirlaba Eka Tjipta Foundation, dan konglomerasi perusahaan Grup Sinar Mas.
Di antaranya Asia Pulp and Paper (APP) di bidang pulp dan kertas, Golden Agri-Resources di bidang agribisnis dan makanan, Sinar Mas Land di bidang pengembang dan real estat, Sinar Mas Multiartha dan Sinar Mas Sekuritas di bidang jasa keuangan, Smartfren untuk telekomunikasi dan data, dan PT Dian Swastatika Sentosa di bidang energi dan infrastruktur.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] “Ahok menjual buku bantu Mako Brimob”
Berdasarkan sumber informasi dari staf dan adik Ahok, dana hasil penjualan buku digunakan untuk keperluan lain, bukan untuk seperti yang disebutkan di post-post yang beredar. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
(HOAX) Sinar Kosmik Berbahaya Radiasi
Berdasarkan penelusuran Detiknews, pesan tersebut sudah pernah beredar sejak tahun 2011. Isi pesannya, menurut Detiknews, tidak jauh berbeda. Perihal kebenarannya, dijelaskan oleh Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Y.