[HOAKS] Kominfo Akan Tutup Media Sosial Pada Masa Tenang Pemilu 2019
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Mendekati masa-masa puncak pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang beredar kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal menutup atau memblokir media sosial selama 3 hari yaitu pada masa hari tenang jelang pilpres tanggal 14 hingga 16 april mendatang.
Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memberi bantahan, ia menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Samuel juga menambahkan pelarangan hanya dikenakan pada iklan kampanye di medsos dan akun timses, relawan dan paslon yang berkampanye selama masa tenang. Adapun, masyarakat tetap bisa berkomunikasi di medsos, bahkan bila membicarakan preferensi politik sekalipun. Ia juga meralat isu soal penutupan medsos di masa tenang kampanye. Menurutnya, hal itu tak mungkin dilakukan karena menghargai kebebasan masyarakat. Ia menekankan, bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam pasal 28 UUD 1945. Pemerintah, kata dia, tak bisa serta merta melarang suatu tema pembicaraan di medsos.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →Tangani Hoaks Pemilu 2019, Kominfo Gunakan Dua Pendekatan
Menteri Kominfo Rudiantara dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019 di Jakarta, Senin (15/04/2019).
[SALAH] Media Sosial dan Aplikasi Pesan Dipantau Dimasa Tenang Pemilu 2019
Unggahan akun Facebook I’izt T Lezta atau @iizt.adja yang inti pesannya mengatakan bahwa dilakukan pemantauan terhadapa media sosial dan aplikasi pesan selama masa tenang atau minggu tenang di Pemilu 2019 adalah tidak benar adanya.
[SALAH] Video "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera"
Pertama, Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan…
[SALAH] Bantuan Pulsa 200 Ribu dan Kuota 75 Gb dari Kominfo
Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Pesan dengan tautan palsu. Faktanya, pesan tersebut merupakan hoax lama dengan sedikit modifikasi.