✕HoaxIndonesian

[HOAKS] Viral! Cap Kopi Luwak Mudah Terbakar

Fact-check by KominfoPublished 1 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Telah beredar video mengenai serbuk produk kopi cap luwak yang terkesan mudah terbakar ketika dipicu dengan sedikit api, dilansir dari sebuah akun instagram (29/3/19), dalam video tersebut tampak beberapa orang pria dewasa tampak melakukan eksperimen sederhana menggunakan korek api dan sebungkus kopi luwak. Kopi langsung terbakar setelah korek dinyalakan. Apinya pun membesar dan membuat banyak orang kaget. Karena hal tersebut banyak orang menduga jika kopi tersebut berbahaya dan mengandung bubuk mesiu yang biasa dipakai sebagai bahan petasan.

Faktanya, hal tersebut telah diklarifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung melalui siaran pers. Dengan tegas, BPOM menyebut produk kopi yang disebutkan telah melalui evaluasi keamanan dan mutu serta telah mendapat nomor izin edar. Lalu kenapa bisa menyala?

“Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala,” tulis BPOM, Minggu (30/9/2018).

Dijelaskan sebelumnya, produk pangan yang mengandung rantai karbon atau ikatan antar karbon, kadar air rendah. berwujud tipis dan berpori, akan menyala atau terbakar saat disulut dengan api. Produk lain yang juga menyala saat disulut api adalah terigu, merica bubuk, cabe bubuk, putih telur, pati jagung, biji-bijian, serta kentang.

“Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi,” lanjut pernyataan tersebut.

Tak lupa BPOM juga menyerukan untuk menjadi konsumen yang cerdas.

Sources and references

Original source: kominfo.go.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →