✕HoaxIndonesian

(HOAX) Peresmian Monumen Po An Tui Di TMII

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 1 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Monumen yang diresmikan di TMII adalah Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa menentang VOC Belanda tahun 1740-1743. Monumen itu tidak ada hubungannya dengan Po An Tui.

Laskar Po An Tui itu baru ada tahun 1945 dan mereka tidak menentang VOC, bahkan jadi antek Belanda, karena VOC sudah bubar tahun 1800. Jadi ini mencampuradukkan dua hal yang berbeda.

[…] Mendagri Tjahjo Kumolo meresmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Tjahjo menyambut baik pembangunan monumen ini sebagai bentuk perjuangan kepada pejuang bangsa.

“Monumen ini sangat penting karena mengingatkan siapa leluhur kita, perjuangan bangsa kita melawan penjajah,” ucap Tjahjo, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (14/11/2015).

Tjahjo mengatakan, pembangunan monumen ini juga harus dijadikan sebagai momentum persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, sudah tidak ada lagi permasalahan ras, suku dan agama di tanah air ini.

“Jangan sampai kita tercerai berai karena keberagaman, kita harus hidup penuh kedamaian. Tidak ada lagi mayoritas dan minoritas!” tegasnya.

Monumen ini sendiri menceritakan tentang perjuangan laskar Tionghoa dan Jawa dalam melawan VOC Belanda yang menjajah bangsa Indonesia. Monumen ini menceritakan perjuangan bangsa selama tiga tahun yaitu pada tahun 1740-1743 dalam mengusir VOC. […]

Where it circulated

Media Sosial dan Media Laman Berita Alternatif

Narasi/Klaim: Rudy Razy, Jonru, Posmetro mengklaim bahwa Mendagri membuat prasasti/monumen Po An Tui (laskar China yang antek Belanda) di TMII.

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →