✕HoaxIndonesian

[HOAX] “Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019”

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 3 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

OFFICE OF THE PRESIDENT OF INDONESIA

FEDERAL GOVERNMENT ADMINISTRATIVE CENTRE

Istana Negara,Jalan Merdeka Utara,Jakarta Pusat 10110 Indonesia

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

Andi Gani Nena Wea

Plaza PP – Wisma Subiyanto

Jl. Letjend TB. Simatupang No. 57

Pasar Rebo, Jakarta 13760 – Indonesia

Sir/Madam,

Herewith, I know this letter, many come to you as a surprise, but I wish to my exspress my heartleft thanks and appreciation towards your commitment hard work and role in helping to move our great and beloved country towards a greater height. Your leadership in your sector has not gone unnoticed, hence you are receiving this better from me.

With the next General Election (GE) cooming soon, I would like to use this medium to reach out to your humble self and sobcit for your support and loyality. With an amicable personality such as yourself, am confident that we will archiefe great things working together.

However, Iwould like you to keep our communication from here on discreet and confidential. I have so much faith is you and your capabilities and lock forward working with you I the nearest future.

As soon as you receive, this letter, I large you to send me an email to asknowledge the receignt of this letter.

My private E – mail is: jokowiiriana@gmail.com

Whatsapp No +62 8581 1501 734

I look forward to hearing from you.

Yours Sincerely

President Ir.H.Joko Widodo

THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

Istana Negara,Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat 10110 Indonesia

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Pihak Istana Negara melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP menyatakan surat berbahasa Inggris yang mengatasnamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menggunakan kop Kantor Kepresidenan Indonesia dan tujuannya meminta dukungan untuk Pemilu 2019 kepada BUMN penerima adalah tidak benar adanya.

“Presiden maupun pihak Istana tidak pernah mengeluarkan surat atau yang sejenis seperti itu. Surat tersebut dipastikan adalah hoax,” kata Johan Budi, Selasa (11/7).

Mantan Juru Bicara KPK itu juga menambahkan, bahwasannya Presiden Jokowi tidak memiliki akun email yang tertera dalam surat. “Presiden tidak memiliki akun email baik resmi maupun pribadi dengan nama jokowiriana@gmail.com,” tegasnya.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Polri, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan pelaku pembuat dan penyebaran surat tersebut berjumlah tiga orang, dua merupakan WNA (Guinea dan Liberia) serta satu dari Indonesia. Menurut pengakuan pelaku, mereka telah menyebarkan surat palsu ini kepada puluhan BUMN dengan menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang. “Jadi pelaku sudah mengirimkan 51 surat kepada perusahaan atau BUMN di Jakarta dengan melalui JNE,” tuturnya, Rabu (19/7).

Kombes Argo menjelaskan ada lebih dari dua barang bukti yang disita oleh Kepolisian. Polisi menyita delapan (8) handphone, satu (1) Macbook Air, satu (1) laptop, delapan (8) buku rekening bank, satu (1) surat palsu yang mengatasnamakan Istana Kepresidenan dan Presiden Joko Widodo, satu (1) tanda terima surat, dua (2) passport, dua (2) starter box Sim Card, dan dua (2) buah Sim Card.

“Pelaku diancam Pasal 263 dan/atau Pasal 264 dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutupnya.

Presiden Jokowi menghimbau kepada Rakyat Indonesia agar tidak mempercayai surat atau sejenisnya yang mengatasnamakan Presiden atau Istana Presiden.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message