✕HoaxIndonesian

(HOAX) Tulisan Coca-Cola Menghina Nabi Muhammad

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

Gambar grafis pada logo Coca-Cola menunjukkan bahwa jika dibalik maka akan menunjukkan bahasa arab yaitu “LA MOHAMMAD, LA MECCA”. Yang berarti NO MUHAMMAD NO MAKKAH.

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Analisis telah dilakukan oleh Fanpage Indonesia Hoaxes. Berikut Analisisnya:

Beberapa orang telah mengarah untuk percaya bahwa merek dagang Coca-Cola dapat diterjemahkan menjadi “No Mohammed, No Mekkah ” dalam bahasa Arab ketika itu dibalik dan dibaca dari kiri ke kanan.

Apakah ini benar? Berikut penelusuran Admin…

Klaim ini tidak benar. The Coca-cola Company juga sudah membantah hal ini. The Coca-cola Company menyatakan bahwa Merek Coca-Cola diciptakan pada tahun 1886 di Atlanta, Georgia. Pada waktu waktu dan tempat dimana hanya sedikit pengetahuan orang mengenai bahasa Arab (disana).

“Ah, bisa saja Coca-cola pura-pura bantah”, sebagian orang pasti akan berkata seperti ini. Tetapi mari kita telusuri lagi, apa fakta yang ada…

Pihak The Coca-cola Company konfirmasi kepada Pihak terkait :

Tuduhan mengenai ‘penyinggungan’ Merek Dagang Coca-cola tersebut telah dibawa ke hadapan sejumlah ulama senior Muslim di Timur Tengah, mereka juga meneliti secara rinci dan turut membantah rumor tersebut.

Selama akhir 1990-an, sebuah komite khusus dari pihak berwenang di Arab Saudi, dengan wakil-wakil dari Kementerian Urusan Islam (Ministry of Islamic Affairs), Departemen Dalam Negeri (the Ministry of the Interior) dan Departemen Perdagangan (the Ministry of Trade), dibentuk untuk meninjau rumor terhadap logo Coca-Cola. Panitia (komite) menetapkan bahwa TIDAK ADA DASAR untuk tuduhan-tuduhan palsu tersebut, dan bahwa merek dagang Coca-Cola tidak mengandung arti ataupun sesuatu yang bersifat memfitnah Islam.

Baru-baru ini, pada Mei 2000, Grand Mufti of Al-Azhar (lembaga terkemuka di dunia Islam), Sheikh Nasr Farid Wassel, mengatakan bahwa “merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat Islam secara langsung maupun tidak langsung. ”

Selain itu, Sheikh Nasr Farid Wassel juga menyatakan bahwa “Islam bertentangan dengan penyebaran rumor kosong (palsu) dan kebohongan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi (fitnah), baik untuk kepentingan publik maupun pribadi.”

Info selengkapnya :

http://www.egyptiancastle.com/communi…/express_it/…/coke.htm

http://www.coca-colacompany.com/con…/coca-cola-rumors-facts/

http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/747575.stm

http://www.albawaba.com/…/egyptian-mufti-hits-rumors-anti-i…

http://www.unugga.org/index.php…

Nah, jadi sudah jelas sekarang kan. Rumor yang beredar, meskipun itu menyinggung sedikit perasaan ‘keyakinan’ kita secara pribadi, itu tidak sepenuhnya akan selalu benar. Alangkah baiknya, kita bertanya, atau paling tidak mencari tahu kepada orang yang lebih memahami.

Karena ini bukan rahasia lagi, jika perusahaan yang mengeluarkan produk-produk ke pasaran (terlebih produk pangan), akan diterpa rumor yang bombastis tetapi pada kenyataannya ‘konyol’.

Kami, hanya berharap agar kita semua bisa belajar mengambil hikmah dari setiap kejadian. Agar kedepannya kita sudah lebih ‘Bisa’ menentukan sikap terhadap rumor seperti ini. Apalagi masalah seperti ini sangat sensitif di tengah keberagaman Etnis dan Agama di Indonesia.

CMIIW and Typo

Sikapi dengan bijak, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Indonesian Hoaxes

Where it circulated

Media Sosial

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →