Ini Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Difteri Bikin Komplikasi Jantung
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
JPP, JAWA TIMUR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menepis kabar yang berkembang bahwa vaksin difteri dapat menyebabkan komplikasi jantung. Adanya broadcast massage yang sempat viral tentang penyakit myocarditis setelah melakukan vaksinasi difteri juga dibantah.
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno, vaksin difteri salah satu manfaatnya adalah menjadi penghalang masuknya kuman difteri, sehingga mampu mencegah terjadinya peradangan pada otot jantung atau yang sering disebut penyakit myocarditis.
“Saya belum pernah dengar itu. Justru yang bisa menyebabkan meninggal jika kuman difteri menyerang jantung. Bukan karena vaksinnya,” tuturnya pada JNR usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Kantor Dinkes Jatim, Rabu (17/1/2018).
Dia menambahkan, myocarditis adalah peradangan atau inflamasi pada otot jantung ( myocard ). Myocarditis dapat diketahui dari hasil pemeriksaan klinis atau kelainan jaringan otot secara mikroskopi. Karena itu, ia mengajak kepada masyarakat yang memiliki anak usia 1-19 tahun untuk mengikuti imunisasi.
Sebelumnya, sebuah broadcast massage menyebar di berbagai media sosial tentang penyakit myocarditis yang muncul setelah melakukan vaksinasi difteri. Pesan singkat tersebut menjelaskan bahwa penyakit itu muncul karena vaksinasi yang dilakukan saat kondisi tubuh tidak fit alias kurang sehat. (rri)
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] “Dinkes Pamekasan: Kasus Santri Kadur Efek ORI Difteri”
“efek imunisasi ini, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[SALAH] Vaksin Sinovac Kadaluwarsa 25 Maret 2021 dan Dibuat Sebelum Pandemi
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga). Informasi salah. Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi klarifikasi bahwa, vaksin yang kadaluwarsa 25 Maret 2021 adalah CoronaVac (produksi Sinovac) batch pertama,…
[SALAH] Singapura Negara Pertama yang Lakukan Otopsi Jenazah Covid-19, Sumber Kemenkes Singapura
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Hoax daur ulang yang muncul kembali. Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru yaitu SARS-CoV-2 dan Kementerian Kesehatan Singapura…
[HOAKS] Pesan soal 600 Anak Terkena Difteri di Jakarta
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com — Sekitar sepekan lalu beredar pesan di media sosial mengenai adanya 600 anak yang terkena penyakit difteri dan telah memenuhi salah satu rumah sakit di Jakarta.