!MisleadingDisinformationIndonesian

“Kader PDI Perjuangan Membuat Puisi yang Terkesan Mendeskreditkan Islam”

Fact-check by Stophoax.idPublished 5 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

(1) @faktanyamuslim: “Lagi dan lagi, kader PDI Perjuangan membuat puisi yang terkesan mendeskreditkan Islam.

Ganjar Pranowo, yang saat ini sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah menyebutkan di dalam puisinya: “Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat”.

.

Ketahuilah, panggilan Adzan itu panggilan Allah kepada hambanya, bukan memanggil Allah 😄

Kenapa, kader PDI-P selalu menjadi provokator antar umat beragama.

Apabila panggilan shalat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) adzan tersebut, maka apabila adzan telah selesai dikumandangkan ia akan kembali, & apabila iqamah dikumandangkan setan akan segera berpaling, jika iqamah telah selesai dikumandangkan ia akan kembali lagi (untuk mengganggu manusia) hingga ia membersitkan dalam hati seseorang dgn mengatakan ‘Ingatlah hal ini & itu’ dari hal-hal yg sebelumnya tak ia ingat. Abu Muhammad berkata; Tsuwwiba maksudnya adl didirikan. [HR. Darimi No.1178].

.

.

@faktanyamuslim

#faktanyamuslim”.

——

(2) “Satu lagi nih muncul!!

Ya Allah…

Kiamat itu semakin dekat…

Tanda-tandanya bermunculan tiap hari…”

——

(3) Variasi narasi lainnya.

Rated Misleading by Stophoax.id.

What the fact-checkers found

Puisi tersebut adalah karya KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pada tahun 1987 berjudul “Kau Ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana”, bukan buatan Ganjar Pranowo seperti yang disebutkan di narasi post tersebut.

Puisi berjudul “Kau Ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana” oleh KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) yang dibuat pada tahun 1987 adalah salah satu puisi yang ada di buku “Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem” terbitan tahun 1988.

Where it circulated

(1) http://bit.ly/2qeK9ks, akun Instagram @faktanyamuslim.

(2) http://bit.ly/2GFeZxI, sudah dibagikan 19,577 kali per tangkapan layar dibuat.

(3) http://bit.ly/2qfc7fN, akun-akun lainnya yang membagikan di Facebook (public posts).

(4) Cuitan oleh akun Twitter @agungizzulhaq (sudah dihapus dan diklarifikasi per post ini disusun).

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/624992217833317/

Sources and references

  1. 1
  2. 2

    , “nanto’s Reviews > Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem

  3. 3

    Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem

  4. 4

    by A. Mustofa Bisri

  5. 5

    nanto’s review Mar 02, 2008

  6. 6

    bookshelves: langut-bersama-secangkir-kopi, poezie

  7. 7

    Puisi Balsem, dinamakan demikian karena konon setelah membacanya serasa hangat selayaknya diolesi balsem. Sekaligus juga kehangatan itu menggugah dan mengurangi rasa sakit. Begitu sekilas yang didapat dari pengantar buku ini.

  8. 8

    Selebihnya puisi yang nakal dan sekaligus jenaka dari Gus Mus. Pertama kenal dari seorang senior. Salah satu puisi dalam buku ini, “aku ini bagaimana atau aku harus bagaimana”, jadi isi dalam salah satu selebaran yang dibuat dalam rangka menyoroti masalah NKK/BKK yang sedang dikerjakan. Puisi itu dikutip untuk menggambarkan kebingungan mahasiswa dalam bergiat di lingkungan kampus dengan aturan yang ada saat itu. Selebihnya banyak lagi puisi yang bisa dibaca sambil tak sadar kita senyum, entah dikulum, entah getun, yang jelas semua puisinya seperti balsem: hangat dan mengobati.

  9. 9

    Asal jangan salah oles mungkin yah!

  10. 10

    Selengkapnya puisi tersebut di atas saya kutip dibawah ini.

  11. 11

    Kau ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana

  12. 12

    (A. Mustofa Bisri)

  13. 13

    Kau ini bagaimana?

  14. 14

    Kau bilang aku merdeka

  15. 15

    Kau memilihkan untukku segalanya

  16. 16

    Kau suruh aku berpikir

  17. 17

    Aku berpikir kau tuduh aku kapir

  18. 18

    Aku harus bagaimana?

  19. 19

    Kau bilang bergeraklah

  20. 20

    Aku bergerak kau curigai

  21. 21

    Kau bilang jangan banyak tingkah

  22. 22

    Aku diam saja kau waspadai

  23. 23

    Kau ini bagaimana?

  24. 24

    Kau suruh aku memegang prinsip

  25. 25

    Aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku

  26. 26

    Kau suruh toleran

  27. 27

    Aku tolerah kau bilang aku plin-plan

  28. 28

    Aku harus bagaimana?

  29. 29

    Aku kau suruh maju

  30. 30

    aku mau maju kau srimpung kakiku

  31. 31

    Kaus suruh aku bekerja

  32. 32

    Aku bekerja kau ganggu aku

  33. 33

    Kau ini bagaimana

  34. 34

    Kau suruh aku takwa

  35. 35

    Khutbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

  36. 36

    Kau suruh aku mengikutimu

  37. 37

    Langkahmu tak jelas arahanya

  38. 38

    Aku harus bagaimana?

  39. 39

    Aku kau suruh menghormati hukum

  40. 40

    Kebijaksanaanmu menyepelekannya

  41. 41

    Aku kau suruh berdisiplin

  42. 42

    Kau menyontohkan yang lain

  43. 43

    Kau ini bagaimana?

  44. 44

    Kau bilang Tuhan sangat dekat

  45. 45

    Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat

  46. 46

    Kau bilang kau suka bertikai

  47. 47

    Aku harus bagaimana?

  48. 48

    Aku kau suruh membangun

  49. 49

    Aku membangun kau merusakkannya

  50. 50

    Aku kau suruh menabung

  51. 51

    Aku menabung kau menghabiskannya

  52. 52

    Kau ini bagaimana?

  53. 53

    Kau suruh aku menggarap sawah

  54. 54

    Sawahku kau tanami rumah-rumah

  55. 55

    Kau bilang aku harus punya rumah

  56. 56

    Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

  57. 57

    Aku harus bagaimana?

  58. 58

    Aku kau larang berjudi

  59. 59

    Permainan spekulasinya menjadi-jadi

  60. 60

    Aku kau suruh bertanggung jawab

  61. 61

    Kau sendiri terus berucap Wallahu a’lam bissawab

  62. 62

    Kau ini bagaimana?

  63. 63

    Kau suruh aku jujur

  64. 64

    Aku jujur kau tipu aku

  65. 65

    Kau suruh aku sabar

  66. 66

    Aku sabar kau injak tengkukku

  67. 67

    Aku harus bagaimana?

  68. 68

    Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku

  69. 69

    Sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu

  70. 70

    Kau bilang kau selalu memikirkanku

  71. 71

    aku sapa saja kau merasa terganggu

  72. 72

    Kau ini bagaimana”

  73. 73

    Kau bilang bicaralah

  74. 74

    Aku bicara kau bilang aku ceriwis

  75. 75

    Kau bilang jangan banyak bicara

  76. 76

    aku bungkam kau tuduh aku apatis

  77. 77

    Aku harus bagaimana?

  78. 78

    Kau bilang kritiklah

  79. 79

    Aku kritik kau marah

  80. 80

    Kau bilang carikan alternatifnya

  81. 81

    Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

  82. 82

    Kau ini bagaimana?

  83. 83

    Aku bilang terserah kau

  84. 84

    Kau tak mau

  85. 85

    Aku bilang terserah kita

  86. 86

    Kau tak suka

  87. 87

    Aku bilang terserah aku

  88. 88

    Kau Memakiku

  89. 89

    Kau ini bagaimana?

  90. 90

    Aku harus bagaimana?”.

  91. 91

    ——

  92. 92
  93. 93

    , “Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem

  94. 94

    by A. Mustofa Bisri

  95. 95

    Paperback, 98 pages

  96. 96

    Published May 1991 by Pustaka Firdaus (first published 1988)

  97. 97

    Original Title Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem

  98. 98

    Edition Language Indonesian

  99. 99

    Other Editions None found”.

  100. 100

    ——

  101. 101
  102. 102

    , “Ganjar Pranowo-Taj Yasin Baca Puisi Gus Mus – ROSI

  103. 103

    KOMPASTV

  104. 104

    Published on Mar 23, 2018

  105. 105

    Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, unjuk kebolehan dengan membacakan puisi ciptaan Gus Mus.”

  106. 106

    ——

  107. 107
  108. 108

    , @agungizzulhaq: “Siap, maafkan atas kedunguan saya memahami kalimat tersebut. Dan saya tidak tahu itu tulisan Gus Mus, tidak mungkin saya merendahkan ulama. Itu semata2 krn kasus “puisi konde” yg saya sesalkan,menjadikan sensi thdp penggalan kata tsb.Mohon dimaafkan🙏”

  109. 109

    ——

  110. 110
  111. 111

    , @ganjarpranowo: “Ijin saya follow ya mas… krn tabayun kita jadi bersilaturahmi… salam utk keluarga”.

Original source: stophoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →