[KLARIFIKASI] Hoaks, Surat Pendataan Pembangunan Ibu Kota Baru Catut BPPT
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Sebuah surat yang mengatasnamakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) beredar. Surat itu terkait pendataan peminatan kepesertaan pihak swasta dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dalam surat bernomor 000266/CMOU/SP/A104.04/08/2019 itu, disebutkan bahwa pihak BPPT seolah-olah meminta pendataan peminatan kepesertaan dari pihak swasta dengan mengisi kolom tahap, tahun, nama proyek, kompetensi, status, finansial, dan pola bayar.
Berikut bunyi pesan dalam surat tersebut: “Seperti yang telah diumumkan oleh Presiden RI, Bapak Ir Joko Widodo bahwa Indonesia akan memindahkan ibu kota saat ini yaitu DKI Jakarta ke calon ibu kota baru di Sepaku Semoi dan Samboja di Kalimantan Timur. Nama pusat pemerintahan itu sendiri akan dinamai kemudian dan diumumkan secara terbuka.
Saat ini pekerjaan infrastruktur jalan, waduk, pelabuhan telah dimulai secara paralel, berkoordinasi dengan pemprov Kaltim, semua stake holder yang ada saat ini akan dilibatkan penuh, namun demikian tidak terlepas dari peran pihak swasta yang sesuai dengan bisnis dan bidang usaha yang menjadi kompetisinya.
Dengan mengusung pusat pemerintahan yang cerdas, berwawasan lingkungan hijau dan efisien serta modern, maka dibutuhkan teknologi yang tepat sasaran di segala bidang, baik sisi perencanaan pembangunan, pemakaian material dan yang paling menjadi konsentrasi utama yaitu penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan baik dari alam maupun rekayasa. Dengan penjelasan di atas, maka dirasa perlu untuk mendatakan kepeminatan swasta dengan contoh sebagai berikut.
Tahap 1 Ring 1: Istana, Gedung MPR/DPR, Gedung MK, Gedung MA, Rumah Dinas, Rumah Sakit, PLTS, Pasar Modern. Tahap 2 Ring 2: Gedung Kementerian, Mabes TNI dan Pori, Gedung Penunjang/direktorat, Rail Kereta Bandara, KPK. Tahap 3 Ring 3: Gedung Kementerian, Gedung Pertemuan, Hotel, Sekolah, Perguruan Tinggi, Pangkalan AU dan AL.Tahap 4 Ring 3: Th.2022, 2023, Gedung Lembaga, Gedung 1 Atap: RRI, TVRI, PO, TELKOM, Ruang Hijau Terbuka.
Tahap 4 Ring 4: Th 2024, 2025, Gedung Lembaga, Gedung KPU, Real Estate penunjang, (Pusat pemerintahan mulai aktif). Total tahapan sampai 2029 adalah 8 tahap sesuai waktu dan anggaran yang telah dikaji oleh BAPPENAS. Peminat yang memenuhi syarat akan diaudit dan disertakan dalam tender terbuka yang akan diberitahukan kemudian.
Demikian disampaikan dan atas kerja sama diucapkan terima kasih.“Surat itu dipastikan hoaks. BPPT tidak pernah mengeluarkan surat seperti itu. Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pihaknya baru mendapatkan surat tersebut pada hari ini, Rabu (11/9/2019). “Baru diterima tadi via e-mail salah satu mitra BPPT," ujar Hammam saat dihubungi Kompas.com, Rabu siang. Hammam menegaskan, surat yang beredar dan mengatasnamakan BPPT itu adalah surat palsu. “Ya, palsu.
Kop surat, tanda tangan malah tidak mirip dengan tanda tangan saya," kata dia. Sementara itu, Kepala Biro Hukum Kerja Sama dan Humas (HKH) BPPT Ardi Matutu mengungkapkan, tindakan pemalsuan instansi ini merupakan unsur pidana. “Terkait surat penipuan, pertama bahwa penipuan ini sangat tidak benar, karena penipuan ini mengatasnamakan Kepala BPPT dan instansi pemerintah lainnya," ujar Ardi saat dihubungi secara terpisah, Rabu.
Selain itu, unsur pidana lain yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab ini antara lain memalsukan tanda tangan Kepala BPPT, memalsukan kop surat, dan cap lembaga BPPT. “Intinya tidak ada hal surat tersebut. Surat palsu ini akan sangat merugikan masyarakat," kata dia. Ardi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap surat palsu yang mengatasnmakan BPPT. Atas kejadian ini, BPPT telah melaporkan penipuan ke Markas Besar (Mabes) Polri.
Ia berharap, pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas untuk menimbulkan efek jera terhadap pihak yang melakukan penipuan. Melalui akun Twitter, @BPPT_RI, BPPT juga meminta masyarakat yang menemukan surat serupa segera hubungi pihak berwajib atau telepon ke (021) 3169534.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] Klarifikasi BPPT Terkait Isu Potensi Tsunami 57 Meter di Pandeglang
Santer isu akan terjadinya gempa berpotensi tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) angkat bicara.
Hoaks, Surat Pendataan Tenaga Medis dari Kemenkes
JPP, JAKARTA – Beredar informasi tentang adanya surat dari Kementerian Kesehatan kepada sejumlah rumah sakit yang isinya permintaan pendataan tenaga medis dan nonmedis dari masing-masing rumah sakit.
[BERITA] “Ini Klarifikasi BPPT Soal Kajian Potensi Tsunami Pandeglang”
http://bit.ly/2GJc8Q8 “Ini Klarifikasi BPPT Soal Kajian Potensi Tsunami Pandeglang Jumat 06 April 2018 20:14 WIB Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andri Saubani (foto) [ilustrasi] Papan evakuasi tsunami.
[KLARIFIKASI] Aa Gym Angkat Bicara Terkait Broadcast "Silakan Ucapkan Selamat Natal" Yang Catut Namanya
Aa Gym melalui media sosial resmi Instagram miliknya mengklarifikasi perihal dengan beredarnya pesan melalui pesan berantai Whatsapp perihal dipersilakannya mengucapkan selamat hari Natal.