[KLARIFIKASI] Sudah Tidak Ada Lagi Dendeng Babi di Aceh Besar
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
"Kebetulan anggota saya, yakni Kapolsek Krueng Raya, Iptu Ading S, beserta Muspika Mesjid Raya langsung turun ke lokasi begitu menapat informasi itu melalui media sosial. Mereka sudah melakukan pengecekan langsung ke desa setempat yang beredar di dalam media sosial itu. Ternyata sudah tidak ada lagi di sana," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, kepada Serambinews.com, Rabu (14/8).
Beredar kabar melalui foto di media sosial Whatsapp, Facebook dan situs jual beli online tentang adanya penjualan produk makanan “Dendeng Babi Cap Kelici Aguan". Dituliskan juga, seakan alamat prabik atau pembuatannya adalah di Malahayati, Km 14,5 Banda Aceh. Merespon berita tersebut, dilansir dari aceh.tribunnews.com, dijelaskan bahwa dalam penulisan alamat ada kekeliruan.
Pada bungkus dendeng dituliskan Malahayati Km 14,5 adalah masuk ke wilayah Banda Aceh, padahal alamat tersebut masuk ke dalam wilayah Aceh Besar. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, juga mengatakan, terkait isu yang beredar di medsos ada produksi dan penjualan dendeng babi di satu gampong dalam Kecamatan Mesjid Raya itu sama sekali tidak benar.
“Kebetulan anggota saya, yakni Kapolsek Krueng Raya, Iptu Ading S, beserta Muspika Mesjid Raya langsung turun ke lokasi begitu menapat informasi itu melalui media sosial. Mereka sudah melakukan pengecekan langsung ke desa setempat yang beredar di dalam media sosial itu. Ternyata sudah tidak ada lagi di sana," kata Kombes Trisno. Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah A Gani pun menegaskan beredarnya isu dendeng babi Cap Kelinci Aguan dinilai telah meresahkan masyarakat.
Lantaran itu, lanjut Saifullah, Pemerintah Aceh melaporkannya kepada Polda Aceh untuk dilakukan pengusutan. “Aceh identik dengan Islam. Isu dendeng babi Aceh telah mencoreng nama Aceh yang melaksanakan syariah Islam. Karena, Pemerintah Aceh meminta kepolisian mengusutnya," kata Saifullah.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Dendeng Babi Cap Kelinci Aguan
[SALAH] “Cut Pat Kai telah lahir”
Yang disebut “Bayi Babi Hutan” di post sumber adalah patung silikon karya Laira Maganuco, seniman patung dari Itali. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[KLARIFIKASI] Video Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio Dipaksa Makan Babi
Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar tersebut bahwa, Kapolres Landak adalah seorang Non-Muslim.
[BENAR] Klarifikasi Video Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio Dipaksa Makan Babi
“Perlu kita tahu saudara-saudaraku, bahwa Kapolres Landak adalah seorang “non-muslim”. AKBP Bowo Beragama Kristen Protestan. Karena beliau adalah seorang Nasrani, sah-sah saja dan tidak ada larangan bagi beliau untuk turut mencicipi hidangan daging babi…