Kominfo Hapus 1.200-an Konten terkait Terorisme Setelah Bom Surabaya
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sejak peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklaim telah menghapus lebih dari 1.200 konten dan akun media sosial. Staf Ahli Menkominfo, Donny BU memperkirakan jumlah ini akan terus meningkat.
Menurut Donny, ribuan konten yang dihapus berasal dari pelbagai platform termasuk aplikasi pesan instan. Langkah bersih-bersih konten tersebut berdasar pada temuan lembaga pemerintah, laporan masyarakat dan sistem filter Kominfo. Per Rabu (16/5/2018) pukul 08.00 WIB, Kemenkominfo menghapus 562 konten di Facebook dan Instagram, 301 konten di Youtube dan Google Drive, 287 konten di aplikasi Telegram, 113 akun di Twitter, dan 22 di situs, forum diskusi, atau berbagi file.
Donny menjelaskan, mesin AIS bekerja lebih panjang menjadi dua jam dari yang awalnya 1 jam. Mesin ini bertugas menyeleksi konten negatif terkait terorisme dan provokasi dengan kata kunci. Donny mendorong masyarakat turut aktif melaporkan konten negatif di internet. Masyarakat bisa melapor ke Kominfo melalui aduankonten.id dan stophoax.id.
Masyarakat juga bisa melapor ke kepolisian atau kelompok seperti Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) dan ICT Watch. Menurutnya, secara teknis take down tidak sulit, tetapi mendeteksinya akan sulit kalau kerja sendiri-sendiri.
Where it circulated
KBR
Sumber Foto: Pinterest
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →Polri: Pelaku Terorisme Gereja di Surabaya Masih Hidup adalah Hoax!
Polri melalui Kepolisian Daerah Jawa Timur secara resmi menegaskan bahwa konten yang beredar viral di Media Sosial tentang Dita Oepriarto yang menrupakan pelaku teroris pengeboman gereja di Surabaya masih hidup adalah tidak benar / hoax.
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Veronica Koman Menyebut Ada Penculikan Mahasiswa di Asrama Papua di Surabaya sebagaimana Narasi Kominfo?
Kominfo Beberkan Data Hoax Terkait Pileg dan Pilpres
Kementerian Komunikasi dan Informatika pada awal Januari 2019 ini tepatnya tanggal 2 Januari 2019 merilis Siaran Pers No. 01/HM/KOMINFO/01/2019. Siaran Pers ini memuat data terkait hoax Pemilu Legislatif dan Presiden yang segera akan berlangsung.