[SALAH] Akun Telegram CNBC Indonesia Berisi Ajakan Investasi
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
CNBC Indonesia melalui situs resmi serta akun media sosial resminya telah menegaskan bahwa akun Telegram tersebut bukan merupakan akun milik CNBC Indonesia. CNBC Indonesia hanya memiliki satu akun Telegram resmi, yaitu ‘Cuap Cuan CNBC Indonesia’ ( https://t.me/cuapcuancnbc ).
Beredar beberapa akun Telegram CNBC Indonesia dengan nama pengguna ‘CNBC INVESTASI INDONESIA’ ( https://t.me/cnbc_id ) dan ( https://t.me/CNBCINVESTASIINDONESIA ). Akun tersebut berisi ajakan untuk bergabung ke dalam grup tersebut dan melakukan investasi.
CNBC Indonesia melalui situs resmi serta akun media sosial resminya telah menegaskan bahwa akun Telegram tersebut bukan merupakan akun milik CNBC Indonesia. CNBC Indonesia hanya memiliki satu akun Telegram resmi, yaitu ‘Cuap Cuan CNBC Indonesia’ ( https://t.me/cuapcuancnbc ). CNBC Indonesia juga meminta seluruh masyarakat untuk waspada dan hanya mengikuti akun media sosial resmi CNBC Indonesia.
Dengan demikian, akun Telegram dengan nama pengguna ‘CNBC INVESTASI INDONESIA’ tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Where it circulated
Sources and references
- 1
- 2
- 3
Penulis: Khairunnisa Andini
- 4
Editor: Bentang Febrylian
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Akun Telegram PT Danareksa Investment Management
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Bukan akun Telegram milik Danareksa. Pihak Danareksa telah menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki akun Telegram. Akun media sosial resmi Danareksa hanya berupa Instagram, Facebook, dan YouTube.
[SALAH] Akun Telegram IDX Channel Menawarkan Investasi Saham dan Emas
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). IDX Channel melalui situs resminya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melayani atau menawarkan investasi berupa saham atau emas.