✕HoaxIndonesian

[SALAH] BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Hasil Periksa Fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP Jakarta). BIN memastikan bahwa video itu hoax. “Hoax, bukan dari BIN," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto saat dihubungi Detik, Rabu (12/8/2020).

The claim

: “ZONA HITAM DKI, MASIH GA PERCAYA COVID ITU ADA"

Rated Hoax by Satgas COVID-19 Hoax Buster.

What the fact-checkers found

: Sebuah akun Facebook bernama Idwar Rsi membagikan sebuah video yang berdurasi 1 menit 37 detik, video diawali dengan bumper in berlogo BIN berwarna merah dan kuning. Lalu muncul tulisan ‘Kondisi COVID-19 di DKI Jakarta’. Gambar kemudian berubah menjadi peta pemaparan kondisi COVID-19 di Jakarta. Pada pojok kanan atas ada logo BIN berwarna kuning dan merah. Data tersebut dimulai pada tanggal 5 Maret 2020. Tampak peta masih berwarna putih.

Pada video itu digambarkan perkembangan kasus COVID di Jakarta. Pada tanggal 28 Maret peta Jakarta mulai berwarna cream menuju oranye. Pada tanggal 4 Mei 2020, seluruh peta DKI Jakarta berwarna merah cerah. Kemudian pada tanggal 17 Mei 2020, peta Corona di DKI Jakarta berubah menjadi merah tua. Sedangkan pada tanggal 28 Juli 2020, peta DKI Jakarta telah berwarna hitam. Warna hitam itu bertahan hingga 9 Agustus 2020.

Video itu kemudian menampilkan perbandingan kasus akumulatif COVID-19 di DKI Jakarta dengan kab/kota tertinggi di Jawa Timur. Pada bagian ini ada tulisan ‘Patuhi protokol kesehatan wujudkan Indonesia produktif dan aman COVID-19’. Video diakhiri dengan tampilan logo BIN berwarna merah dan kuning. Deputi-VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto merespon video yang tersebar itu. “Hoax, bukan dari BIN," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto.

Pemprov DKI juga turut membantah hal tersebut. “Zona hitam itu apa maksudnya. Tidak ada Zona hitam," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria. Riza mengatakan memang tingkat penyebaran Corona di DKI termasuk tinggi, tapi hal itu diantisipasi dengan testing dalam jumlah yang besar. Jadi tidak ada zona hitam di Jakarta.

Ada pun mengenai Jakarta masuk ke zona hitam, data pada hari Rabu (12/8) dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 pusat memperlihatkan di Jakarta ada dua kategori zona, yaitu zona merah dan oranye.

Berikut data zona risiko di DKI Jakarta: – Jakarta Selatan: zona oranye (zona risiko sedang) – Jakarta Barat: zona merah (zona risiko tinggi) – Jakarta Timur: zona merah (zona risiko tinggi) – Jakarta Pusat: zona merah (zona risiko tinggi) – Kepulauan Seribu: zona oranye (zona risiko sedang) – Jakarta Utara: zona merah (zona risiko tinggi). Jika dilihat peta persebaran COVID-19 secara nasional, peta DKI Jakarta tidak terlihat UN berwarna hitam.

Secara keseluruhan peta persebaran Corona juga tidak menampilkan satu daerah pun yang berwarna hitam.

Where it circulated

Sources and references

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →