✕HoaxIndonesian

[SALAH] "Corona Virus adalah BOHONG. bukan dari Virus tapi dari Bakteri. semua ini diketahui oleh negara Itali"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 4 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Menurut situs resmi Kementerian Kesehatan Italia , dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti MERS dan SARS. Selengkapnya di bagian Penjelasan dan Referensi

Kategori : Konten yang Menyesatkan

Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Italia membuktikan bahwa covid-19 adalah bakteri, bukan virus. Bakteri itu disebut mematikan karena dapat menyebabkan pembekuan pada darah. Berikut kutipan informasi yang beredar di media sosial dan Whatsapp tersebut: “Tolong DIBACA DIBAWAH INI (PENTING..!!!).

Corona Virus adalah BOHONG…bukan dari Virus tapi dari Bakteri….semua ini diketahui oleh negara Itali..setelah mereka MENG-AUTOPSI JENAZAH KORBAN CORONA… Ternyata CINA dan WHO menyuruh langsung dikubur dgn ditakut- takuti tertular Covid 19…padahal tujuan mereka supaya mayat tidak diautopsi…..yg berani melakukannya hanya Itali..dan ternyata diketahui oleh para ahli kedokteran, penyebabnya kematian adalah oleh bakteri (bukan Virus),dimana bakteri tersebut membuat pembuluh darah melebar dan membeku..maka langsung diketahui obatnya…setelah diminumkan obat tersebut kpd 1400 orang yg positif covid…langsung sembuh(baca dibawah ini akan diberitahu obatnya, ternyata diapotik kita banyak sekali) Pantas Presiden Trump mengatakan :WHO menjadi boneka CINA (mari kita baca dibawah ini) ——— CINA dan WHO..BERBOHONGI TENTANG COVID -19 Cina dan WHO menipu dgn mengatakan bahwa covid 19 adalah Virus dan menganjurkan supaya semua org yg terjangkit utk memakai ventilator (spy semua negara membeli alat ini). ️WHO melarang semua negara utk melakukan autopsi terhadap mayat Covid dgn alasan akan tertular. ️Tapi ITALIA tdk perduli, mereka tetap melakukan Autopsi dan mendapatkan kenyataan, ternyata BUKAN VIRUS YG MENYEBABKAN KEMATIAN, TETAPI BAKTERI YG MENYEBABKAN PEMBULUH DARAH MELEBAR DAN MEMBEKU.

“ (Selengkapnya di bagian Penjelasan) Sumber: Whatsapp.

Penjelasan Beredasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Italia mengetahui Corona Virus adalah bohong bukan dari virus tapi dari bakteri adalah klaim yang salah. Menurut situs resmi Kementerian Kesehatan Italia , dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Covid-19 adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron. Orthocoronavirinae subfamili dari keluarga Coronaviridae selanjutnya diklasifikasikan ke dalam empat genera coronavirus (CoV): Alpha-, Beta-, Delta-, dan Gammacoronavirus.

Genus Betacoronavirus selanjutnya dibagi menjadi lima subgenera (termasuk Sarbecovirus) Virus korona diidentifikasi pada pertengahan 1960-an dan diketahui menginfeksi manusia dan berbagai hewan (termasuk burung dan mamalia). Sel epitel di saluran pernapasan dan saluran pencernaan adalah sel target utama. Sampai saat ini, ada tujuh jenis virus korona yang telah terbukti menginfeksi manusia.

Merujuk USA Today, setelah virus Korona baru diidentifikasi oleh otoritas Tiongkok pada 7 Januari 2020, sejak itu Kementerian Kesehatan Italia belum mengumumkan penemuan obat atau mengubah pendiriannya tentang apa yang menyebabkan covid-19. Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang disebabkan virus dan menjelaskan bahwa antibiotik adalah pengobatan yang tidak efektif karena covid-19 disebabkan oleh virus bukan bakteri.

Masih dari sumber yang sama, WHO juga tidak melarang otopsi pasien covid-19. WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis pedoman bagi petugas kesehatan untuk melakukan otopsi secara aman terhadap pasien COVID-19 yang terkonfirmasi.

Untuk klaim bahwa “DI ITALIA Obat untuk CORONA VIRUS AKHIRNYA DITEMUKAN dan seterusnya, pada tanggal 26 Mei 2020, sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id di artikel berjudul “[SALAH] “Italia mengalahkan COVID-19 “Koagulasi intravaskular diseminata" (Trombosis)". Antibiotik, di sisi lain, tidak direkomendasikan pada pasien dengan Covid-19 karena penyakit ini disebabkan oleh virus dan antibiotik digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri.

Namun, akan salah untuk menyarankan bahwa perawatan untuk trombosis saja dapat membantu menyembuhkan Covid-19 . Banyak yang masih belum diketahui tentang virus dan sejauh ini tidak ada pengobatan atau antivirus yang telah dikenal luas sebagai efektif terhadap Covid-19. Beberapa penelitian memang menemukan pasien Covid-19 yang mengalami trombosis. Namun, menyimpulkan bahwa pasien Covid-19 meninggal hanya karena trombosis keliru.

Selain trombosis, pasien Covid-19 kebanyakan meninggal karena pneumonia dan gagal napas. Menurut WHO, sekitar 80 persen penderita Covid-19 akan sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit. Tapi satu dari enam penderita bakal mengalami sakit yang parah. Dikutip dari BBC, dalam kasus yang parah ini, virus akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru sehingga kadar oksigen dalam tubuh menurun dan membuat penderita sulit bernapas.

Untuk meringankan kasus ini, ventilator digunakan untuk mendorong udara, dengan meningkatkan kadar oksigen, ke paru-paru. Selain itu, ventilator memiliki pelembab udara, yang menambah panas dan kelembaban pada pasokan udara sehingga sesuai dengan suhu tubuh pasien. Pasien pun diberi obat untuk mengendurkan otot-otot pernapasan sehingga napas mereka dapat sepenuhnya diatur oleh mesin.

Pasien dengan gejala lebih ringan dapat diberi corong yang dikenal sebagai ventilasi non-invasif, karena tidak memerlukan pipa internal. Bentuk ventilasi lainnya adalah tekanan saluran napas positif kontinyu (CPAP). Dilansir dari India Today, berdasarkan penjelasan para praktisi kesehatan senior, tidak semua pasien Covid-19 membutuhkan ventilator dan ICU.

Mereka yang membutuhkan ventilator dan ICU adalah pasien Covid-19 dengan kondisi kritis atau mengalami kegagalan multi-organ. Sergio Harasi, Direktur Unit Operasi Pneumologi Rumah Sakit San Giuseppe Italia, mengatakan, “Sebagian besar kematian Covid-19 disebabkan oleh pneumonia interstisial dan gagal napas. Klaim bahwa pasien tidak seharusnya diintubasi patut dipertanyakan."

Referensi https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/zNAYn8eN-cek-fakta-italia-buktikan-co… http://www.salute.gov.it/portale/nuovocoronavirus/dettaglioFaqNuovoCoronaviru… https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/05/29/fact-check-covid-19-… https://turnbackhoax.id/2020/05/26/salah-italia-mengalahkan-covid-19-koagulas… https://cekfakta.tempo.co/fakta/798/fakta-atau-hoaks-benarkah-dokter-italia-t…

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Covid-19 Adalah Bakteri yang Terpapar Radiasi, Sumber: Kementerian Kesehatan Rusia

Hoaks daur ulang. Sebelumnya narasi serupa pernah muncul dan mengatasnamakan Kementerian Kesehatan Italy. Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), who.int, penyakit Coronavirus (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona…

Satgas COVID-19 Hoax BusterMay 3, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Singapura Negara Pertama yang Lakukan Otopsi Jenazah Covid-19, Sumber Kemenkes Singapura

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Hoax daur ulang yang muncul kembali. Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru yaitu SARS-CoV-2 dan Kementerian Kesehatan Singapura…

Satgas COVID-19 Hoax BusterJul 20, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Minuman Penambah Imun untuk Cegah Penularan Virus COVID-19

Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro) Hal tersebut tidak benar. Melansir dari situs resmi WHO, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan sesering mungkin, menggunakan masker,…

Satgas COVID-19 Hoax BusterJul 21, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Sambal Bawang Bisa Cegah Covid19

Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Informasi itu tidak benar. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Ari Fahrial Syam mengatakan, tidak ada kandungan secara rinci dalam bawang dan cabai rawit dalam menangkal Corona.

Satgas COVID-19 Hoax BusterJan 3, 2021