[SALAH] "DKI Jakarta Mulai Besok Lockdown Warga di Luar Jakarta Tidak Dibolehkan Masuk Kecuali Ada Izin Polisi."
Archived here with a link to the original.
Dua kalimat bahwa " Jakarta mulai besok akan Lockdown" dan “Warga di luar Jakarta tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi" BUKAN berasal dari berita Koran Tempo. Selain itu, Jasa Marga hingga kepolisian memastikan informasi tersebut hoaks.
What the fact-checkers found
Tim Cek Fakta Liputan6 meminta klarifikasi dari pihak Koran Tempo yang artikelnya dicantumkan dalam klaim tersebut. Berikut isinya: “Klarifikasi Koran Tempo Di media sosial dan grup percakapan Whatsapp beredar penggalan informasi bahwa “DKI Jakarta mulai besok Lock down. Warga di luar Jakarta tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi."
Kutipan dua kalimat itu digabungkan dengan link berita Koran Tempo berjudul “Ibu Kota Bersiap Menutup Diri", lalu viral di media sosial. Berkaitan dengan hal itu, kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut: 1) Berita berjudul “Ibu Kota Bersiap Menutup Diri" itu benar merupakan berita Koran Tempo edisi Kamis, 19 Maret 2020. Berita itu menjelaskan dua skenario karantina wilayah yang disiapkan Pemerintah DKI Jakarta bila wabah corona di Ibu Kota memburuk.
Dua skenario itu merupakan usulan pemerintah DKI yang masih harus menunggu persetujuan dari pemerintah pusat yang berwenang menyatakan karantina wilayah. Terlampir copy pdf berita aslinya. 2) Adapun dua kalimat bahwa " Jakarta mulai besok akan Lock down" dan “Warga di luar Jakarta tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi" bukan berasal dari berita Koran Tempo.
Berdasarkan penelusuran kami, kedua kalimat itu berasal dari beberapa pengguna media sosial yang digabungkan dengan link berita Koran Tempo lalu menyebar di mana-mana. Demikian penjelasan dari kami. Pemimpin Redaksi Koran TempoBudi Setyarso" Tautan https://koran.tempo.co/read/451140/ibu-kota-bersiap-menutup-diri mengarah pada artikel berjudul “Ibu Kota Bersiap Menutup Diri" yang dimuat situs koran.tempo.co, pada 19 Maret 2020. Berikut cuplikan isinya.
“JAKARTA- Pemerintah DKI Jakarta mempersiapkan sejumlah langkah untuk melakukan lockdown atau penutupan wilayah demi menahan laju penyebaran virus corona. Ancang-ancang itu mereka usulkan ke Gugus Tugas Covid-19. DKI menganggap angka kematian korban corona di Ibu Kota sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah Provinsi mengutip data The Center for Systems Science and Enginering dari Jon Hopkins University yang membandingkan data fasilitas di dua" Artikel Koran itu menyatakan, Pemerintah DKI Jakarta mempersiapkan sejumlah langkah untuk melakukan lockdown, rencana ini nantinya akan diusulkan ke Gugus Tugas Covid-19. Cuplikan itu mengungkap, alternatif lockdown baru rencana dan akan diusulkan ke Gugus Tugas Covid-19. Belum keputusan.
Dalam halaman muka Korban Tempo juga menyebut, DKI Jakarta menunggu persetujuan pemerintah pusat. Sementara itu, Jasa Marga hingga kepolisian memastikan informasi penutupan sejumlah gerbang tol menuju Jakarta karena adanya ‘lockdown’ adalah informasi hoaks.
“Menanggapi beredarnya informasi mengenai ditutupnya sejumlah ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group di wilayah Jabotabek, kami tegaskan informasi tersebut tidak benar/hoaks," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2020).
Heru menegaskan, hingga saat ini ruas jalan tol wilayah Jabotabek yang dioperasikan Jasa Marga Group di antaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Sedyatmo (Bandara), Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol JORR Non S masih beroperasi dengan normal. Hal senada disampaikan oleh Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti.
Irra menegaskan tidak ada penutupan gerbang tol, kecuali loket pengisian ulang. “Tidak ada. Yang saat ini ada penutupan sementara adalah lokasi top-up uang elektronik," kata Irra. Secara terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga menyebutkan bahwa informasi tersebut hoaks.
Sambodo kemudian memberikan contoh tangkapan layar berupa link berita online yang diedit kata-katanya menjadi ‘DKI Jakarta mulai besok lock down warga luar Jakarta tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi’. “Dari kepolisian tidak ada melakukan pemeriksaan yang akan ke Jakarta," ujar Sambodo.
Sources and references
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Senin 27 April 2020 Sumatera Barat Lockdown
Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar, Jasman Rizal membantah informasi pemberlakuan lockdown tersebut. Dia menegaskan, pada intinya Gubernur Sumbar tidak pernah mengatakan bahwa Sumbar akan mengambil kebijakan lockdown.
[SALAH] Mulai Senin 30 Maret Kota Makassar Lockdown Lokal untuk Mencegah Penyebaran COVID-19
Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila) Beredar gambar melalui aplikasi pesan WhatsApp, yang berisikan informasi bahwa Kota Makassar akan melakukan lockdown lokal pada tanggal 30 Maret 2020, namun faktanya…
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
Communication Manager, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Budhi Firmansyah melalui keterangan resminya menyatakan bahwa orang yang terpapar COVID-19 di Kabupaten Pelalawan bukanlah mantan manajer di perusahan tersebut.
[SALAH] Seorang Kakek di Tulungagung Meninggal Karena COVID-19
Bukan karena Covid-19. Kakek Berusia 72 tahun bernama Rochani itu meninggal karena penyakit jantung, setelah sebelumnya mengalami perawatan di RS Bhayangkara. Diagnosa penyebab kematian juga terdapat pada surat kematian yang dikeluarkan pihak rumah sakit.