[SALAH] "Info dari Pasien yg Sudah Sembuh dari RS Persahabatan .."
Archived here with a link to the original.
Postingan akun Facebook Joko Rawisabang atau @joko.rawisabang yang berisi pengakuan dari pasien virus Corona yang sembuh setelah dirawat di RSUP Persahabatan, diantaranya dengan aktivitas berjemur telah dibantah oleh Dirut RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah.
The claim
“Info dari pasien yg sudah sembuh dari RS Persahabatan .. Setiap hari kita disana : Cuma itu yang kami kerjakan lakukan dirumah sakit.," tulis akun Facebook Joko Rawisabang atau @ joko.rawisabang, Selasa (31/3).
What the fact-checkers found
Akun Facebook Joko Rawisabang atau @joko.rawisabang menuliskan kabar yang diklaim berasal dari pasien yang sudah sembuh setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Posting-an ini beredar di tengah–tengah pandemik virus Corona atau COVID-19 yang dihadapi oleh Indonesia. Berikut isi lengkap kabar yang diposting oleh akun Facebook @joko.rawisabang: “Info dari pasien yg sudah sembuh dari RS Persahabatan ..
Setiap hari kita disana: Cuma itu yang kami kerjakan lakukan dirumah sakit.," tulis akun Facebook Joko Rawisabang atau @ joko.rawisabang, Selasa (31/3). Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui kabar yang di-posting oleh akun Facebook @joko.rawisabang adalah tidak benar. Kabar tersebut langsung dibantah oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah. “Ini hoaks. Saat ini pasien dalam ruangan isolasi tidak mungkin dapat berjemur," kata dr.
Rita, Selasa (31/3). Terkait berjemur, dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr. dr. Tan Shot Yen M Hum juga membantah pemahaman bahwa berjemur badan di bawah sinar matahari secara langsung dapat mematikan virus Corona yang ada di dalam tubuh, ataupun yang sekadar menempel. Diakui dr. Tan, memang ada kuman yang mati saat terpapar sinar Ultraviolet dan direbus dengan suhu tinggi.
Tetapi, tidak benar bahwa dengan berjemur di bawah sinar matahari, maka virus Corona yang ada di dalam tubuh orang juga bisa mati. “Tidak benar orang dengan berjemur di bawah sinar matahari dapat mematikan virusnya. Ultraviolet digunakan cara mematikan kuman itu masih dalam penelitian," ujar dr. Tan. Meski berjemur badan tidak dapat membunuh virus Corona atau SARS-CoV-2, menurut dr.
Tan, berjemur badan di bawah sinar matahari yang tepat dapat menghasilkan vitamin D3 yang dibutuhkan oleh tubuh. “Makanya vitamin D3 ini disebut the sunshine vitamin, vitaminnya matahari," kata dr. Tan. Vitamin D3 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Selain itu, klaim pasien virus Corona yang sembuh karena konsumsi vitamin C dalam kabar tersebut adalah keliru.
Dalam artikel berjudul “Apakah Vitamin C dapat Menyembuhkan Covid-19?" yang ditayangkan medcom.com pada 12 Maret 2020, dijelaskan bahwa vitamin C hanya bisa meningkatkan kekebalan tubuh, tidak menyembuhkan dari virus Corona. “Vitamin C adalah kebutuhan kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, tetapi sebetulnya tidak ada anjuran untuk mengonsumsi vitamin C dalam jumlah banyak untuk mencegah covid-19," kata Dr. dr.
Budiman Bela, Sp.MK, spesialis mikrobiologi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia dalam acara Diskusi Mengenai Pengelolaan Wabah Covid-19 di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.
Where it circulated
Media Sosial Facebook
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar message