[SALAH] “Jangan bangga telah membangun infrastruktur”
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
The claim
“Jangan bangga telah membangun infrastruktur
Hanya dalam hitungan detik Allah bisa hancurkan
Bangun dan ajaklah rakyatmu taat kepada Allah
Maka Allah akan turunkan keberkahan dari langit dan bumi
Gamal Albinsaid”.
What the fact-checkers found
Post tersebut bukan post dari akun Gamal Albinsaid, sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan melalui akun terverifikasi di Twitter. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
Konteks asli foto adalah menginformasikan mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa, tidak ada hubungannya dengan “Jangan bangga telah membangun infrastruktur” seperti yang disebutkan di narasi post sumber.
——
(2) http://bit.ly/2C3JtG5, klarifikasi oleh Gamal Albinsaid: “Bagi saya santun adalah ciri orang benar. Karena ketidaksantunan hanya melunturkan kebenaran.
Akun ini palsu dan postingannya HOAX. Saya tidak pernah membuat akun ini dan menyatakan kalimat ini. Semoga siapapun yang membuat akun ini dan postingan HOAX ini mendapatkan hidayah.”
——
(3) Narasi yang mirip pernah digunakan oleh disinformasi lain yang beredar sebelumnya, dibahas di post sebelumnya di http://bit.ly/2OgPXJ3.
Where it circulated
http://bit.ly/2yrmLnW, post oleh Page “Islamku” (facebook.com/IslamkuSatu), sudah dibagikan 652 kali per tangkapan layar dibuat.
https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/760146860984518/
Sources and references
- 1
, Jen Hardy (@jenhardy): “Received this image moments ago from @CatholicRelief team in Palu. Places that were connected by good roads now only accessible on foot. Huge barrier to moving aid to people who urgently need it. #Indonesia #tsunami #earthquake @iamCARITAS”.
- 2
Salah satu sumber foto.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar message