[SALAH] Kominfo Sebut Daftar Media Online Abal-abal
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Saat ini beredar informasi mengenai Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyebutkan ada media abal-abal. Informasi tersebut dikutip sebagian dari tautan berita yang terbit tahun lalu di https://nasional.kompas.com/read/2017/01/07/16533201/kemenkominfo.sebut.ada.4…
Bersama ini disampaikan KLARIFIKASI bahwa Kementerian Kominfo tidak pernah merilis daftar media online. Sebab acuan data pendataan dan verifikasi media online sepenuhnya ditangani oleh Dewan Pers, dengan tautan daftar sebagai berikut:
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers
Dengan alur sebagai berikut
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[salah] kemenkominfo mengeluarkan daftar 319 media abal-abal
Informasi yang diklaim berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tentang 319 media abal-abal adalah informasi yang tidak benar alias hoaks.
[BERITA] “Bantah Hoaks, Kominfo Sebut Registrasi SIM Murni untuk Keamanan”
“Home / News / Nasional Bantah Hoaks, Kominfo Sebut Registrasi SIM Murni untuk Keamanan KRISTIAN ERDIANTO Kompas.com – 01/11/2017, 18:45 WIB Ada dua laci SIM card yang disediakan.
[SALAH] Bantuan BLT dari Akun Whatsapp Kemenkominfo
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Informasi yang salah. Akun Whatsapp maupun informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Kemenkominfo maupun adanya program BLT dari Kemenkominfo.
Jokowi Sebut Enam Caleg Eks Koruptor dari Gerindra
ICW mengungkapkan ada enam caleg dari Gerindra yang pernah menjadi napi kasus tipikor. Yakni, Mohamad Taufik (dapil DKI 3), Herry Jones Kere (dapil Sulut), Husen Kausaha (dapil Malut), Al Hajar Syahyan (dapil Tanggamus), Ferizal (dapil Belitung Timur), dan…