✕HoaxIndonesian

[SALAH] "Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 3 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Bukan tidak lagi mengumumkan kasus positif COVID-19. Tapi tidak lagi mengumumkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif karena ODP dan PDP yang sudah selesai dipantau dan diawasi maka tidak perlu lagi dihitung sebagai ODP dan PDP. Redaksi CNN Indonesia sendiri sudah mengubah judul dan meminta maaf atas kekeliruan pengutipan. Sementara itu, salah satu sumber klaim yang sebelumnya sempat membagikan gambar tangkapan layar dan tautan dari artikel tersebut juga sudah mengubah postingannya dan menambahkan keterangan dan gambar tangkapan layar perubahan judul dan isi artikel tersebut. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

Kategori : Konten yang Menyesatkan

Beredar artikel berjudul “Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19" yang dimuat di situs cnnindonesia.com pada Senin, 18 Mei 2020 pukul 17:40. Dalam artikel ini, ditulis bahwa “Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan mulai Senin (18/5) pemerintah hanya akan mengumumkan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP). Dengan demikian, tak ada lagi pengumuman jumlah kasus positif, meninggal, maupun pasien sembuh terkait virus corona (covid-19)." Salah satu sumber:

http://archive.md/YwdFM (Arsip artikel CNN Indonesia di situs today.line.me). Saat ini artikel di situs ini juga sudah mengalami perubahan.

PENJELASAN Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pemerintah tidak akan lagi mengumumkan kasus positif COVID-19 adalah klaim yang salah. Bukan tidak lagi mengumumkan kasus positif COVID-19. Tapi tidak lagi mengumumkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif karena ODP dan PDP yang sudah selesai dipantau dan diawasi maka tidak perlu lagi dihitung sebagai ODP dan PDP. Redaksi CNN Indonesia sendiri sudah mengubah judul dan meminta maaf atas kekeliruan pengutipan.

Sementara itu, salah satu sumber klaim yang sebelumnya sempat membagikan gambar tangkapan layar dan tautan dari artikel tersebut juga sudah mengubah postingannya dan menambahkan keterangan dan gambar tangkapan layar perubahan judul dan isi artikel tersebut. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mengumumkan data kasus pasien Covid-19 di Indonesia setiap harinya.

Yuri membantah atas pemberitaan yang menyebut pemerintah tidak akan mengumumkan pasien positif lagi. “Berita ini kok enggak sejalan dengan yang saya sampaikan," kata Yuri saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (18/5/2020). “ODP yang sudah selesai pemantauan berarti sudah sembuh. Maka yang saya umumkan hari ini adalah ODP yang sedang dipantau.

ODP yang sedang dipantau di seluruh Indonesia sekarang adalah 45.047," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), kepada detikcom, Senin (18/5/2020). Sebelum hari ini, pemerintah mengumumkan jumlah ODP dan PDP sebagai jumlah akumulasi dari pencatatan sejak awal hingga pencatatan paling baru. Maka jumlah yang disampaikan cenderung lebih banyak. Kini pemerintah berubah pikiran.

Alasannya adalah pertimbangan bahwa ODP dan PDP yang sudah selesai dipantau dan diawasi maka tidak perlu lagi dihitung sebagai ODP dan PDP. “PDP kalau sudah mendapat hasil positif juga bukan PDP lagi melainkan kasus positif COVID-19. PDP kalau sudah negatif dan sembuh berarti bukan kasus COVID-19," kata Yuri. Pemerintah merasa tidak perlu lagi mengumumkan orang-orang yang semula berstatus ODP atau PDP yang kini sudah tidak berstatus ODP atau PDP.

“Kemarin jumlahnya merupakan jumlah akumulasi, termasuk yang sudah selesai dipantau pun masih dicatat," kata Yuri. Redaksi CNN Indonesia dalam artikel berjudul “Pemerintah Ubah Metode Pelaporan ODP-PDP Covid-19" menuliskan koreksi sebagai berikut: “Catatan redaksi: Judul berita diubah dari semula Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19. Judul diubah karena terjadi kekeliruan dalam pengutipan. Redaksi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan."

Catatan koreksi: Artikel ini mengalami perubahan pada kutipan sumber klaim karena sumber sudah mengubah postingannya dan menambahkan keterangan perubahan. Author meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. REFERENSI

https://news.detik.com/berita/d-5019825/alasan-pemerintah-tak-lagi-umumkan-an…

https://nasional.sindonews.com/read/35317/15/pemerintah-kini-umumkan-data-odp…

https://www.suara.com/news/2020/05/18/185023/disebut-tak-lagi-umumkan-kasus-c…

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200518172614-20-504613/pemerintah-uba…

https://www.facebook.com/raviandini.priharsanto/posts/10216152780111124 (Arsip – http://archive.vn/iF7de )

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Tidak Ada Pasien Positif Corona di Aceh

Hasil Periksa Fakta Riski Maulana (Anggota Komisariat MAFINDO BSI) Pasien positif Corona di Aceh bertambah menjadi sembilan kasus setelah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh, dr.

Satgas COVID-19 Hoax BusterApr 25, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] DIY Menjadi Daerah Percontohan Untuk New Normal

Narasi yang tersebar baik melalui media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp tersebut diketahui tidak tepat. Pasalnya hingga saat ini baru terdapat empat daerah yang akan dijadikan Pilot Project New Normal.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMay 28, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Sultan HB X Sebut Positif-Negatif Covid-19 Sama Saja Karena Semua Orang Pasti Meninggal

Hasil Periksa Fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia). Narasi yang disunting/diedit. Salah satu pernyataan HB X dalam berita itu yang menyebut “positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti…

Satgas COVID-19 Hoax BusterSep 25, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Setiap Hari Puskesmas di Kelapa Gading Rujuk 10 Pasien COVID-19 ke Wisma Atlet

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Klaim tersebut adalah tidak benar dan tidak berdasar, pasien yang dirujuk dari puskesmas Kelapa Gading terbanyak terjadi pada tanggal 21 Juli sebanyak 6 orang dan rujukan…

Satgas COVID-19 Hoax BusterAug 7, 2020