✕HoaxIndonesian

[SALAH] Penutupan perlintasan kereta karena menunggu masinis jajan di warung

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Penutupan perlintasan tersebut karena proses naik turun penumpang bukan karena menunggu masinis membeli makanan di warung. Hal tersebut dikarenakan Stasiun Parungkuda, Sukabumi yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan Sebidang. Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

“G lucu sih, lbh trlihat sombong, dan mrasa penting, pamer jabatan sebagai masinis? Cut aja msh bnyak yg lbh menghargai dn menghormati org lain, itu yg kecegat palang pintu pasti emosi tingkat dewa”

Melalui rilisnya, PT KAI menjelaskan kereta tersebut merupakan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393. Pada saat itu kereta sedang berhenti di Stasiun Parungkuda pada 31 Oktober 2019.

“Terkait video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi,” kata PT KAI, Jumat (8/11).

PT KAI menjelaskan, setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplacement stasiun.

“Hal tersebut dikarenakan stasiun yang kecil dan emplacement stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang,” jelasnya.

KA Pangrango dengan Nomor 393 memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 WIB dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48 WIB. KA tersebut terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi.

“Tidak benar bahwa penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan, kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda,” kata PT KAI.

Dihubungi terpisah, Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

“Kondisi kereta sedang menunggu waktu berangkat, jadi itu bukan sengaja. Jadi asisten masinis yang turun untuk beli minum, masinisnya tetap ada di lokomotif. Ya, enggak apa-apa, dia manusia butuh minum juga dan tidak mengganggu perjalanan,” kata Edi kepada kumparan.

“Kemudian karena memang stasiun kecil dan emplacement sempit jadi memang tempat berhenti di situ. Jadi sekali lagi, masih sesuai SOP,” terangnya.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →