✕HoaxIndonesian

[SALAH] PLN PASANG ALAT DETEKSI GEMPA DI SUKABUMI

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

Pihak PLN sementara memasang perangkat deteksi gempa malam ini, Himbauan jika tiba2 mati lampu, kmudian setelahnya ada tanda lampu kedap kedip tiga kali. Segera SEMUA KELUAR RUMAH, KARENA GEMPA kemungkinan dengan intensitas sangat tinggi terjadi khusunya wilayah Sukabumi, Cianjur dan Bandung!!!. Tolong di share, info ini barusan di sampaikan dari PLN

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Oknum tak bertanggung jawab kembali menebar informasi palsu yang meresahkan masyarakat. Kali ini terdapat informasi yang menyebut jika PLN wilayah Sukabumi tengah memasang alat pendeteksi gempa. Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.

Beredar informasi bahwa PLN wilayah Sukabumi telah memasang alat pendeteksi gempa. Menurut si pembuat pesan, PLN sengaja memasang alat tersebut untuk mewaspadai adanya gempa yang akan melanda wilayah Sukabumi. Pesan juga berisi himbauan agar masyarakat segera keluar rumah apabila tiba-tiba mengalami mati listrik. Sontak informasi tersebut menjadi ramai dikalangan masyarakat Sukabumi.

Melansir dari sukabumiupdate.com, mereka yang melakukan klarifikasi melalui Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.

Sementara itu, Ade Kurniawati (28 tahun) warga Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi mengaku mendapatkan info serupa dari jejaring WhatsApp. Meski sudah tau jika info tersebut hoax, tetap saja cemas. Hal senada juga disampaikan Devi Sri Lestari (17 tahun), warga Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Devi mengaku resah karena mendapat info yang sama dari banyak teman.

Tony kembali meyakinkan, sampai saat ini belum ada ilmu dan teknologi yang bisa melakukan prakiraan, kapan gempabumi akan terjadi. Yang perlu dilakukan bersama adalah melakukan langkah mitigasi lengurangan risiko gempa secara bertahap dan dimulai dari yang kecil disekitar kita.

“Misal dengan menyusun rencana jalur evakuasi saat terjadi gempa yaitu ke tempat terbuka terdekat di halaman yg aman, memeriksa kekuatan bangunan dan menata interior agar benda tidak jatuh saat gempa,” kata Tony.

“Gempa adalah tetangga kita. Kita bisa hidup harmonis bersama potensi bencana tersebut, dengan melakukan langkah Mitigasi pengurangan resiko. seperti di negara lain yang memiliki ancaman bencana gempa yang lebih besar dari indonesia, tetapi negara tersebut dapat menjadi sejahtera dan maju dengan langkah Mitigasi,” tambah Tony.

Where it circulated

PESAN BERANTAI WHATSAPP

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →