✕HoaxIndonesian

[SALAH] Tangkapan layar chat Whatsapp AKBP Dwi Asmoro

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 3 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Sudah pernah diklarifikasi pada 14 Juni 2019. Divisi Humas Polri menyatakan tangkapan layar chat tersebut hoax karena AKBP Dwi Asmoro tidak pernah membuat chat tersebut dan Whatsapp atas nama AKBP Dwi Asmoro telah digandakan (kloning) oleh orang lain.

Video dan gambar ini diberi narasi : “Penyusup kemaren ternyata Buzzer jokowi ia mengaku digaji 3,2 juta/bulan

Dan polisi pun pura pura baik pada TNI Kebongkar ocehan Dwi asmoro dan lagi lagi dalang nya adalah Wiranto,Tito CS”

Dalam tangkapan layar chat tersebut tertulis :

“Sampaikan kepada yang lainya agar tidak terpancing Ingat kita selangkah lagi, Polri jaya Indonesia aman dan tentram.

– 86 komandan

Tetap jaga kekompakkan TNI-Polri sinergisitas yang utama dan jangan macam-macam meski itu hanya sandiwara. Ingat, Kalian tidak boleh lengah, jangan kalah sama TNI.

– Jokowi harus 2 priode

Pastinya 2 Periode Pak wiranto dll ada dibelakang kalian tenang aja. “ Jend. Tt sudah memperjuangkan kalian jangan membuat onar. Agar jajaran Polri tetap waspada, Perlahah lahan kita akan melemahkan lawan.”

Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata klaim tentang adanya percakapan whatsapp yang mengatasnamakan AKBP Dwi Asmoro ini sudah pernah dibantah Polri melalui akun terverifikasi milik Divisi Humas Polri pada 14 Juni 2019 yang lalu.

Menurut Divisi Humas Polri, tangkapan layar dari aplikasi percakapan yang telah beredar mengatasnamakan AKBP Dwi Asmoro adalah Tidak Benar/ HOAX.

AKBP Dwi Asmoro tidak pernah membuat chat tersebut dan Whatsapp atas nama AKBP Dwi Asmoro telah digandakan (kloning) oleh orang lain.

Divisi Humas Polri juga mengingatkan bagi penyebar berita atau konten hoax dapat dipidana sesuai dengan UU ITE Nomor. 19 Tahun 2016 dan UU Nomor. 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman sampai 10 tahun.

Sementara itu terkait video yang diunggah bersamaan dengan foto tersebut, diklaim sebagai rekaman amatir dari pegiat media sosial Ninoy Karundeng yang dikabarkan sempat diculik.

Dalam rekaman video berdurasi 2 menit 42 detik yang tersebar di WhatsApp, Ninoy dengan wajah babak belur tengah diinterogasi oleh seorang pria yang hanya terdengar suaranya. Si pria menanyakan tujuan Ninoy datang ke tempat tersebut. Si pria juga menuding bahwa Ninoy adalah buzzer.

Rekan Ninoy, Jack Lapian membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah sahabatnya. Ia mengatakan saat ini sahabatnya itu telah dipulangkan ke rumah. “Barusan saya telepon, ini Ninoy sudah dilepas,” kata Jack saat dihubungi, Selasa, 1 Oktober 2019.

Jack menuturkan Ninoy sempat bercerita bahwa dirinya dibawa oleh sekelompok orang saat sedang meliput. Jack menduga kelompok tersebut mengenali wajah Ninoy sehingga langsung membawa rekannya itu ke suatu tempat di Jakarta Pusat. “Petamburan katanya,” kata Jack.

Jack tidak menjelaskan secara detail pihak yang diduga menculik rekannya tersebut. Ia juga tidak menjelaskan lokasi temannya itu sempat disekap. Ia mengatakan Ninoy saat ini juga tak berani melaporkan kejadian yang ia alami ke kepolisian. “Dia khawatir sama keluarganya, karena para pelaku antar dia sampai rumahnya,” kata Jack.

Where it circulated

https://perma.cc/827C-BELG (Arsip) – Sudah dibagikan 134 kali saat tangkapan layar diambil.

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message