[SALAH] Tangkapan Layar Grup WA Pendukung 02
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean membantah dan mengatakan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan editan dan hoaks. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut membantah terkait beredarnya tangkapan layar yang menunjukan percakapan di grup WhatsApp mengatasnamakan Pendukung 02 tersebut.
Sejumlah nama tokoh partai dan pendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019, terlihat juga ikut dicatut namanya dalam tangkapan layar yang belum jelas sumbernya.
Mereka terlihat menanggapi percakapan terkait ditunjuknya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Jokowi.
Para tokoh yang ditampilkan dalam grup itu yakni Mardani Ali Sera, Ferdinand Hutahaean, Habiburokhman, Neno Warisman, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga Ustad Abdul Somad. Mereka tampak ada yang mendukung keputusan Prabowo masuk dalam kabinet, sementara beberapa lainnya kecewa dan ditampilkan meninggalkan/keluar dari grup WhatsApp itu.
Salah satu sumber gambar : https://perma.cc/H65G-T39P (Arsip)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut membantah terkait beredarnya tangkapan layar yang menunjukan percakapan di grup WhatsApp mengatasnamakan Pendukung 02.
Dalam tangkapan layar itu, nama Mardani ikut memberikan komentar terkait ditunjuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.
Akun Mardani dalam grup tersebut memberikan tanggapan dengan menuliskan “*menyimak”.
Mardani kemudian memberi tanggapan dengan menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam percakapan grup WhastApp yang belakangan diketahui hoaks.
“Saya tidak ikut,” ujar Mardani saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).
Nama politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menjadi salah satu orang yang ikut menanggapi percakapan Prabowo menjadi Menhan di grup WhatsApp Pendukung 02 tersebut.
Nama Ferdinand dalam chat tersebut memberi komentar dengan mengucapkan selalamat kepada Prabowo yang menjadi Menhan. Ucapan tersebut tertulis “Selamat Jenderal!”.
Namun, Ferdinand membantah dan mengatakan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan editan dan hoaks.
“Oh enggak. Itu hoax. Editan saja,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi.
“Tidak mungkin saya ucapkan selamat kepada Prabowo,” sambungnya.
Ferdinand mengatakan grup WhatsApp itu kemungkinan sengaja dibuat sedemikian rupa seolah berisi para tokoh pendukung 02 dan disebarkan kepada publik untuk meledek.
“Dibuat mungkin untuk ngeledekin aja,” kata Ferdinand.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Tangkapan layar berita di Detik, Republika dan Kompas hasil suntingan
Tangkapan-tangkapan layar yang diinformasikan oleh post sumber adalah hasil suntingan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[HOAX] Tangkapan Layar dari Video Metro TV Yang Berjudul ‘300 Juta Orang Hadiri Kampanye Ahok-Djarot Di Gue 2, Dimeriahkan Band Slank & Iwan Fals’
Beredar sebuah tangkapan layar dari acara kampanye Ahok-Djarot yang dimuat di Metro TV. Tangkapan layar dengan judul bombastis itu membuat warganet bertanya-tanya apakah itu benar. Faktanya, tangkapan layar tersebut sudah di edit.
[SALAH] Tangkapan Layar Berita "RK Ajak ABU JANDA Jadi Relawan Uji Vaksin COVID-19 Buatan China"
Tangkapan layar hasil suntingan dari tampilan versi mobile berita berjudul “Ridwan Kamil Ajak Warga Jadi Relawan Uji Vaksin COVID-19 Buatan China" di portal viva.co.id yang tayang pada tanggal 29 Juli 2020.
(FITNAH) Tangkapan Layar Ponsel Ahok yang Diretas
Bila melihat gambar yang dicuitkan oleh akun @SiBonekaKayu ada sebuah kejanggalan. Bila ia mengklaim berhasil meretas ponsel Ahok, harusnya kata-katanya ada di kotak hijau sedangkan lawan bicaranya berada di kotak putih.