[SALAH] Tim Vaksinasi GSP Cari Data Penerima Vaksin
Archived here with a link to the original.
Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk). Faktanya, informasi tersebut telah dibantah Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
The claim
“Selamat siang. Kami dari tim vaksin GSP kemarin minggu mau tanya keluhan setelah divaksin. Nama: Alamat: Nama ayah: Nama Ibu: Vaksin ke: Keluhan setelah divaksin: Keluhan saat ini:"
What the fact-checkers found
Tengah beredar sebuah pesan yang disebarkan melalui aplikasi Whatsapp terkait permintaan data diri calon peserta penerima vaksin, pesan tersebut juga mengatasnamakan Tim Vaksin GSP. Setelah dilakukan klarifikasi, informasi tersebut telah dibantah Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Informasi tersebut dibantah melalui akun resmi Twitter Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik @InfokomPMK, Ditjen IKP menegaskan bahwa pesan berantai tersebut adalah informasi palsu, kejahatan dengan modus pencurian data (Phishing). Dengan demikian informasi yang beredar di WhatsApp yang mengatasnamakan Tim Vaksin GSP tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu.
Where it circulated
TANGKAPAN LAYAR WHATSAPP
Sources and references
- 1
- 2
- 3
Penulis Fachrun Nisa Editor Bentang Febrylian
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Pemasangan Barcode pada Badan Manusia
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Informasi yang salah. Faktanya, barcode bukan dipasang pada badan manusia tetapi pada botol vaksin COVID-19 yang berfungsi untuk pendataan masyarakat yang akan…
[SALAH] Setelah Divaksin, Tubuh Punya Daya Magnetis dan Dapat Dikoneksikan ke Bluetooth
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga). Informasi Palsu. Tubuh yang sudah divaksin tidak mungkin dapat terkoneksi ke bluetooth dan sebagaimana yang sudah dibantah oleh para ahli kesehatan, bahwa vaksin COVID-19 tidak mengandung microchip,…
[SALAH] Karena Disuntik Vaksin, Dokter di Palembang Meninggal
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya dokter yang meninggal bukan karena disuntik vaksin. Hasil visum menunjukkan bahwa dokter tersebut meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.