[SALAH] "uang kertas kita tahun 1954 ada tulisan Arab"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Bukan uang resmi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia maupun pemerintah pada 1954 sebagai alat transaksi yang sah. Uang Seri Sukarno yang memuat tulisan Arab hanyalah uang suvenir yang bisa diperjualbelikan secara bebas.
“Inilah wajah uang kertas kita tahun 1954…Renungkanlah!”
Foto yang diunggah memperlihatkan pecahan 100 rupiah yang di dalamnya memuat tulisan Arab dan juga gambar Presiden RI pertama, Sukarno.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa uang kertas tahun 1954 yang bergambar Sukarno dan memuat tulisan Arab adalah uang resmi merupakan klaim yang salah.
Bukan uang resmi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia maupun pemerintah pada 1954 sebagai alat transaksi yang sah. Uang Seri Sukarno yang memuat tulisan Arab hanyalah uang suvenir yang bisa diperjualbelikan secara bebas.
Pada 25 Januari 2017, klaim soal adanya uang Sukarno yang memuat tulisan Arab ini pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id dengan judul “[DISINFORMASI] Uang jaman Ir.Soekarno bertuliskan lafadz ALLAH (Indonesia negara Islam)”
Dikutip dari artikel tersebut, dijelaskan bahwa “Uang Soekarno Suvenir tidak dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah. Uang Soekarno Suvenir dikeluarkan oleh pihak swasta, bukan oleh Bank Indonesia sehingga tidak akan ditemukan penjelasan Uang Soekarno Suvenir pada situs-situs resmi BI karena BI hanya mengeluarkan uang yang digunakan sebagai nilai tukar.”
Dilansir dari Tempo.co, biasanya dalam Uang Sukarno suvenir ini, terdapat tambahan tulisan Arab berupa asma Allah, kun fa ya kun, nurisulaiman, surat Al Ikhlas, dan lain-lain.
Meski bukan uang resmi, uang suvenir tetap diminati karena memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh uang lainnya, seperti bisa melengkung sendiri dan memuat tulisan Arab.
Selain itu, berdasarkan penelusuran Tim CekFaka Tempo terhadap dokumen “Sejarah Bank Indonesia: Sistem Pembayaran Periode 1953-1959” yang diterbitkan oleh BI, diketahui bahwa uang pecahan 100 rupiah yang memuat tulisan Arab itu bukan uang resmi yang dikeluarkan oleh BI maupun pemerintah pada 1954 sebagai alat transaksi.
Uang berangka tahun 1954 hanya diterbitkan oleh pemerintah, namun tidak ada yang bergambar Sukarno dan tidak memuat tulisan Arab. Pada 1954, pemerintah hanya menerbitkan Seri Suku Bangsa dengan menyertakan tanda tangan Menteri Keuangan Ong Eng Die. Pecahan 1 rupiah berwarna biru bergambar seorang wanita Sumatera Timur, sementara pecahan 2,5 rupiah berwarna merah dan memuat gambar seorang pria Flores.
Dalam dokumen Sejarah Sistem Pembayaran Periode 1959-1966 oleh Bank Indonesia, pemerintah menerbitkan Uang Kertas Bank Indonesia (UKBI) Seri Sukarno dengan angka tahun 1960. UKBI Seri Sukarno ini terdiri atas tiga pecahan, yaitu 5 rupiah, 10 rupiah, dan 100 rupiah. Ciri-ciri utamanya adalah, pada bagian depan, tertera tulisan “IRIAN BARAT”. Sementara nomor seri yang terdapat pada bagian belakang diawali dengan kode “IB”. UKBI Seri Sukarno ini ditandatangani oleh Soetikno Slamet dan Indra Kasoema.
Setahun kemudian, pada 1961, pemerintah mengeluarkan uang kertas Seri Sukarno untuk Irian Barat dan Riau, dengan angka tahun 1961. Uang ini ditandatangani oleh Menteri Keuangan Notohamiprodjo.
Penerbitan uang kertas Seri Sukarno pada 1964 juga dilakukan oleh pemerintah dan ditandatangani oleh Soemarno. Penerbitan ini merupakan penerbitan uang oleh pemerintah yang terakhir kalinya. Selanjutnya, pemerintah tidak lagi menerbitkan uang sehubungan dengan pemberian wewenang kepada BI untuk mengeluarkan semua jenis uang dalam segala pecahan.
Where it circulated
http://archive.ph/TZreM (Arsip)
Sources and references
- 1
- turnbackhoax.id/2017/01/25/disinformasi-uang-jaman-ir-soekarno-bertul…Archived copy; the original is offline
- 2
- 3
BANK INDONESIA : SISTEM PEMBAYARAN Periode 1953-1959
- 4
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Tulisan “Partai Komunis Indonesia”;, Gambar Senapan, dan Logo di Uang 100 Ribu
Tulisan dan gambar-gambar tersebut tidak ada di uang dengan standar cetakan oleh Bank Indonesia, tidak sulit untuk dibuat sendiri menggunakan “Tinta UV” atau “Tinta Tidak Terlihat” (UV Ink/Invisible Ink). Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[DISINFORMASI] Uang Rupiah Baru Bertandatangan Menteri Keuangan
Perubahan pada rupiah kertas baru tahun emisi 2014 ke atas merupakan amanat dari UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang disahkan Presiden SBY tertanggal 28 Juni 2011. Khususnya dalam BAB III Pasal 5 tercantum ciri umum rupiah kertas sebagai berikut: a.
[HOAKS] Logo PKI pada Uang Kertas Republik Indonesia
Baru-baru ini warga kembali dikejutkan dengan adanya sebuah postingan di media sosial yang menunjukkan logo mirip simbol palu arit dalam uang kertas pecahan Rp1.000 hingga Rp100.000. Faktanya informasi tersebut tidak benar.
HOAX: Foto Hitam Putih Tentara Mengibarkan Bendera Dengan Logo “Komunis”; Dan Uang Pecahan 100 Ribu Rupiah
Foto hoax adalah hasil editing dari sebuah foto terkenal dari Perang Dunia ke-2 berjudul “Raising a flag over the Reichstag” karya fotografer perang Yevgeny Khaidel.