✕HoaxIndonesian

[SALAH] "vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Informasi palsu. Jurnal yang disebutkan di klaim adalah studi yang telah diedit sedemikian rupa. Jubir vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoaks. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

Kategori : Konten Palsu

Akun Agus Papaa Jenggott (fb.com/agus.p.mansyur) pada 7 Januari 2021 mengunggah sebuah gambar potongan koran yang berisi narasi sebagai berikut: “Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi." Sumber : https://bit.ly/38pgzzT (Arsip)

PENJELASAN Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya jurnal terbitan Inggris yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac memberi efek samping pembesaran alat kelamin adalah klaim yang keliru. Faktanya, klaim tersebut adalah informasi palsu. Jurnal yang disebutkan di klaim adalah studi yang telah diedit sedemikian rupa. Jubir vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoaks.

Dilansir dari detikcom, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoax atau menyesatkan. “Hoax lah… mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita kan bukan rekombinan," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2021). Sejauh ini ada dua vaksin COVID-19 yang sudah mengumumkan efektivitasnya, yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Baik data uji klinis Pfizer-BioNTech maupun analisis efikasi Moderna dari studi Fase 3 vaksinnya tidak menunjukkan pembesaran penis sebagai salah satu risiko atau efek samping. Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan situs pengecekan fakta Snopes, informasi mengenai vaksin Sinovac dapat membuat penis membesar hingga 3 inci adalah salah. Mereka menemukan sebuah studi yang telah diedit sedemikian rupa.

Studi asli yang diterbitkan pada ‘The New England Journal of Medicine berjudul ‘Phase 1-2 Trial of a SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine’ telah diedit menjadi ‘SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals’. Salah satu bukti bahwa studi itu telah diedit terlihat dari adanya kesamaan metode yang digunakan dalam jurnal palsu tersebut.

Hasil penelusuran di situs NEJM juga tidak ditemukan jurnal berjudul ‘SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals’. “Studi itu tipuan.

Kesalahan ejaan dan tata bahasa dan jelas bahasa non-akademis yang terkandung dalam artikel dengan mudah menunjukkan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi humor, tetapi bukti pasti dapat ditemukan dalam fakta bahwa artikel tersebut menyalin dan menempel seluruh bagian dari studi nyata, yang sebenarnya diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 10 Desember 2020," kutip Snopes. REFERENSI

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5324630/viral-vaksin-covid-19-m…

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210107192745-199-590924/vaksin-covid…

https://www.snopes.com/fact-check/covid-vaccine-penis-injection/

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Vaksin Sinovac berisikan Virus Hidup yang dilemahkan serta mengandung Sel Vero dan Bahan-Bahan Berbahaya

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Informasi yang salah. Kombinasi atau gabungan hoax ini sudah pernah dibahas sebelumnya oleh turnbackhoax.id.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 11, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Artikel CNN "Seorang Dokter Merekomendasikan Vaksin Covid19 Disuntikkan di Alat Kelamin Pria

Artikel palsu. setelah ditelusuri di index pencarian tidak ditemukan artikel dengan judul seperti itu di kanal cnn.com. Sementara itu foto dokter dalam artikel tersebut adalah Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont,…

Satgas COVID-19 Hoax BusterJan 5, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "WHO menyatakan bahwa vaksin Sinovac adalah vaksin yang paling lemah"

TIDAK ADA satu pun informasi yang WHO menyebut vaksin Sinovac paling lemah dibanding sembilan kandidat vaksin Covid-19 lainnya. Aljazeera juga tidak pernah mempublikasikan berita yang mengutip perbandingan efektifitas 10 vaksin Covid-19 oleh WHO.

Satgas COVID-19 Hoax BusterJan 1, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Vaksin Sinovac Covid-19 yang akan di suntikkan kepada warga hanya untuk kelinci percobaan"

BUKAN kemasan vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada warga. Kotak vaksin Sinovac di foto tersebut adalah kemasan vaksin yang khusus digunakan untuk uji klinis.

Satgas COVID-19 Hoax BusterJan 6, 2021