[SALAH] Video "Donald Trump Di-ruqyah Sebab Sudah Stress Menghadapi COVID-19"
Archived here with a link to the original.
Video suntingan/editan dan tidak terkait virus corona COVID-19. Video itu adalah hasil manipulasi dari video tahun 2017 ketika Presiden Donald Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September 2017, setelah mendeklarasikan 3 September sebagai…
What the fact-checkers found
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Donald Trump di-ruqyah karena sudah stress menghadapi wabah virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah. Video itu adalah hasil manipulasi dari video tahun 2017 ketika Presiden Donald Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September 2017, setelah mendeklarasikan 3 September sebagai Hari Doa Nasional untuk para korban Topan Harvey. Pada video asli, Trump didoakan dengan bahasa Inggris, bukan bahasa Arab.
Salah satu video yang identik dengan video yang diunggah oleh sumber klaim dalah video berjudul “Faith leaders put hands on Trump and pray" yang diunggah oleh kanal Youtube Washington Post pada 1 September 2017. Di bagian deskripsi, Washington Post menulis keterangan sebagai berikut: “President Trump prayed with a group of faith leaders on Sept. 1, after declaring Sept. 3 a National Day of Prayer."
Atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia: “Presiden Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September, setelah mendeklarasikan 3 September sebagai Hari Doa Nasional." Pria yang berdoa di sebelah Trump dengan menggunakan bahasa Inggris itu adalah Robert James Jeffress, seorang pendeta, pengarang, dan pembawa acara radio dan televisi Southern American Baptist (Evangelical).
Presiden Donald Trump menyatakan Hari Doa Nasional pada hari Minggu untuk para korban Topan Harvey, mengikuti pimpinan Texas, di mana pada hari Kamis, Gubernur Greg Abbott menyatakan hari Minggu sebagai hari doa.
“Kami mengundang semua orang Amerika untuk bergabung dengan kami saat kami terus berdoa bagi mereka yang telah kehilangan anggota keluarga dan teman-teman, dan bagi mereka yang menderita krisis hebat ini," kata presiden di Kantor Oval, di mana ia bertemu dan berdoa dengan para pendeta dari seluruh negeri. Robert Jeffress, pendeta senior di First Baptist Church di Dallas, termasuk di antara para pendeta yang berdoa bersama Trump di Oval Office pada hari Jumat.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Presiden Donald Trump Meninggal Dunia karena COVID-19
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Informasi yang salah. Faktanya, Presiden Trump masih aktif di media sosial Twitter pribadi miliknya serta terlihat menghadiri kegiatan dengar pendapat dan serangkaian kampanye pada 15 Oktober…
[SALAH] Donald Trump: "Darahku adalah vaksinnya!!!,"
Hasil Periksa Fakta Melati Mulia (Universitas Satya Negara Indonesia). Informasi tersebut palsu. Faktanya, tweet dan klaim tersebut tidak pernah dibagikan dan bukanlah pesan asli dari akun twitter Trump.
[SALAH] Video "Donald Trump Tiba2 Tak Sadarkan Diri Saat Berpidato, Dengernya Dia Udh Trkena Corona"
Video tahun 2016 dan tidak terkait dengan virus Corona Covid-19. Saat itupun, Donald Trump yang sedang kampanye di Pusat Konvensi Reno, Nevada juga bukan tiba-tiba tak sadarkan diri, melainkan dilarikan ke luar panggung oleh anggota-anggota Secret Service…
[SALAH] "Positif Corona, Kondisi Donald Trump Kritis dalam 24 Jam Terakhir. Kok sama kayak di film The Simpson"
Gambar kartun karakter Donald Trump yang tengah terbaring di peti mati itu bukan berasal dari film kartun The Simpsons. Gambar itu pertama kali muncul di utas di situs kontroversial 4chan. Penciptanya tidak diketahui.