[SALAH] Video "Pembukaan Gereja Katolik di Arab dihadiri Raja Salman"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Bukan pembukaan gereja Katolik. Peristiwa di video itu adalah kegiatan “A Salute to Tolerant UAE” yang diadakan oleh Gereja Katolik St. Mary. Acara itu untuk memperingati “Hari Toleransi Internasional” yang diperingati pada tanggal 16 November. Acara tersebut diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab.
“Pembukaan Gereja Katolik di Arab dihadiri Raja Salman. Luar biasa…
Peresmian gereja katholik di Dubai oleh raja Dubai yg mayoritas warganya islam. Toleransi dijunjung tinggi. Di Indo?”
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya klaim “Pembukaan Gereja Katolik di Arab dihadiri Raja Salman” yang menyertai unggahan video tersebut sama sekali tidak benar.
Peristiwa dalam video itu bukanlah pembukaan gereja, melainkan acara “A Salute to Tolerant UAE” yang diadakan oleh Gereja Katolik St. Mary sebagai ucapan terima kasih kepada pemerintah dan orang-orang di UEA karena menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.
Acara itu untuk memperingati “Hari Toleransi Internasional” yang diperingati pada tanggal 16 November. Acara tersebut diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab.
Video yang sama diunggah di kanal Youtube St. Mary’s Catholic Church Dubai, UAE pada tanggal 19 November 2019 dengan judul “A Salute to Tolerant UAE – Final Highlights”. Liputan terkait acara tersebut juga dimuat di laman saintmarysdubai.org dengan judul “Year of Tolerance”.
Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, menyatakan tahun 2019 sebagai “Tahun Toleransi” di UEA, menyoroti UEA sebagai modal global untuk toleransi, dan menekankan toleransi sebagai konsep universal dan upaya kelembagaan yang berkelanjutan melalui undang-undang dan kebijakan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, dialog, koeksistensi dan keterbukaan terhadap budaya yang berbeda, terutama di antara kaum muda, yang akan mencerminkan positif pada masyarakat secara keseluruhan.
Tahun Toleransi mewujudkan pendekatan yang diadopsi oleh UEA sejak pendiriannya sebagai jembatan komunikasi antara orang-orang di dunia dan berbagai budaya mereka, dalam lingkungan keterbukaan dan rasa hormat yang menolak ekstremisme dan mempromosikan koeksistensi.
Arab Selatan, mengatakan bahwa ia telah tinggal di UEA selama 16 tahun, ketika ia mengalami perkembangan kontemporer di negara itu dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia menambahkan: “Saya tinggal selama saya tinggal di nilai-nilai kemanusiaan Emirates sebagai yang terbaik. Gambar-gambarnya, melalui toleransi dan sambutan yang menjadi ciri penguasa negara dan rakyatnya.”
Pada gilirannya, J. James, seorang anggota Dewan Paroki Gereja Saint Mary di Dubai, mengatakan: “Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita semua untuk menyampaikan penghargaan kita kepada orang-orang di Emirates dan para penguasa UEA atas toleransi dan penerimaan kita semua, sehingga kita dapat datang ke sini dan bekerja serta mensejahterakan hidup kita, dengan harapan dan permohonan.. akan UAE sedang berkembang dan menjadi salah satu negara terbesar di dunia. “
Where it circulated
https://perma.cc/A6QS-EN9U (Arsip) – Sudah dibagikan 19.697 kali saat tangkapan layar diambil.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAX] “Tolak Radikalisme, Rizieq Shihab Diusir Raja Salman dari Arab Saudi”
“”USER STORY” adalah kolom opini, seperti yang dijelaskan oleh kumparan di bagian bawah laman: “Story ini adalah kiriman dari user kumparan, isi dari story di luar tanggung jawab redaksi kumparan.”. Laman tersebut dihapus tidak lama setelah tayang.”
[HOAX] PUTRI RAJA SALMAN YANG CANTIK
Yang ada di foto tersebut adalah Kim Kardashian, seorang figur publik Amerika, bukan seperti yang disebutkan di narasi.
(HOAX) Foto Raja Salman Mengangkat Tandu Jenazah Korban Crane
foto raja salman mengangkat tandu korban crane tidaklah benar adanya. foto tersebut sebenarnya diambil saat raja salman bersama keluarga tengah mengangkat tandu jenazah salah satu anggota kejaraan saudi yang meninggal.
HASUT: Terjemahan Koran Berbahasa Arab Bahwa Indonesia Kurang Bertata Krama Terhadap Raja Salman
Beredar berita hasut ‘terjemahan’ koran berbahasa Arab bahwa pemerintah Indonesia kurang memiliki tata krama terhadap Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia. Berita hasut ini kemudian juga disebarkan kembali oleh akun-akun media sosial lainnya.