[BERITA] Update Status Terkait Penutupan Beberapa Destinasi Wisata di DIY
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Menyusul adanya informasi baru seputar dengan ditutupnya sebagian destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Artikel ini merupakan update informasi beserta koreksi atas artikel sebelumnya: [SALAH] “Destinasi Wisata Jogja Tertutup dari Tgl 16-31 Maret" https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1136082033390997/
Meski sempat dinyatakan tidak benar bahwa destinasi wisata di DIY dilakukan penutupan untuk mencegah persebaran virus corona. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akhirnya menutup taman wisata candi untuk sementara waktu. Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono menyatakan bahwa penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia. “Kita sudah komunikasikan dengan Kementerian BUMN dan sesuai dengan ajakan Presiden Jokowi, bahwa TWC akan berlakukan penutupan bagi pengunjung," jelas Edy.
Sources and references
- 1
- 2
BREAKING NEWS: Candi Borobudur Ditutup
- 3
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Imbauan Penutupan Pasar dan Tempat Wisata DIY oleh Sri Sultan HB X
Informasi palsu. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak ada penutupan, baik pasar maupun tempat wisata di Jogja seperti yang disampaikan pada awal kalimat dalam pesan.
[SALAH] Purworejo Lockdown Mulai Tanggal 24 Desember 2020
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Informasi yang salah. Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui akun Facebook resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purworejo serta akun Instagram resminya, dinkominfopwr, telah…
[BERITA] Soal Wisata Halal Danau Toba, Gubernur Sumut: Itu Hoaks sangat Jelek
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan tidak pernah mewacanakan atau berencana menerapkan konsep wisata halal atau wisata syariah di Toba. Edy Rahmayadi juga menegaskan bahwa informasi yang beredar itu adalah hoaks dan fitnah.