[DISINFORMASI] Kades Hingga Gubernur Tidak Boleh Netral, Harus Turuti Kemauan Pak Jokowi
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah “portal berita” beralamatkan tribuninf0.blogspot.com memposting sebuah berita mengenai pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan judul yang mencengangkan. Mendagri disebut-sebut berkata bahwa kades hingga gubernur tidak boleh netral, dan harus menuruti kemauan dari Pak Jokowi. Berita dengan judul tersebut saat ini tengah beredar luas dalam bentuk gambar hasil tangkapan layar.
Adapun berita mengenai Mendagri dari tribuninf0.blogspot.com ini merupakan jiplakan dari berita yang dimuat oleh detik.com. Judul yang ditampilkan pada tribuninf0.blogspot.com merupakan judul yang dimodifikasi. Tidak ada pernyataan dari Mendagri yang mengatakan bahwa kades hingga gubernur tidak boleh netral, harus turuti kemauan Pak Jokowi. Pernyataan asli dari Mendagri adalah melarang para aparatur sipil negara (ASN) bersikap netral jelang Pilpres 2019. ASN diwajibkan tetap tegak lurus dengan pemimpinnya. Saat dikonfirmasi ulang terkait pernyataan tersebut seperti dikutip dari detik.com, Mendagri menyebut bahwa sebagai birokrasi memang harus taat kepada siapa yang memimpinnya dalam tugas di pemerintahan. “Birokrasi harus mendukung, menjabarkan, menginformasikan kepada masyarakat apa yang jadi program presiden, gubernur, bupati. Tidak boleh mendua,” jelasnya.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[Fakta atau Hoaks] Benarkah Mendagri Melarang Kades dan Lurah Bersikap Netral?
Hasil tangkapan layar telepon selular yang memperlihatkan pernyataan Mendagri, Tjahjo Kumolo, viral di media sosial. Tjahyo Kumolo dinarasikan melarang kades dan lurah bersikap netral pada pemilu 2019.
Kades di Jatim Dipenjara karena Menyatakan Dukungan pada Prabowo?
Berdasarkan penelusuran, Kades Sampangagung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim, bernama Suhartono, akhirnya dijebloskan ke Lapas Klas IIB. Suhartono memang benar pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga.