[DISINFORMASI] Revisi Terjemahan Al Quran Siap Dicetak, Surah Al-Kafirun Sudah Kami Ganti Dengan Kata Non Muslim
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar rujukan postingan dari Operain.blogspot.com yang menerangkan bahwa “Menteri Agama: revisi terjemahan Al Quran siap dicetak, surah Al-Kafirun sudah kami ganti dengan kata non muslim”
Faktanya situs Operain.blogspot.com adalah situs blog yang tidak memiliki kredibilitas karena situs blog bebas dibuat oleh siapapun dan hasil suntingan dari beberapa artikel media mainstream. Selain itu situs tersebut merupakan laman yang tidak jelas siapa penulisnya dan manggunakan judul yang sudah dimodifikasi serta artikelnya merupakan hasil editan dari beberapa artikel.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Tejemahan Surah Al Kafirun Diganti Kata Non Muslim
Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Muchlis M Hanafi memastikan informasi itu tidak benar. “Kami pastikan itu adalah hoax,” tegas Muchlis M Hanafi di Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019, dikutip dari laman Kementerian Agama.
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim?
Narasi yang menyebutkan bahwa Kementerian Agama RI telah mengganti Surat Al Kafirun dalam Al-Quran dengan kata non-muslim, beredar di media sosial. Kabar itu diunggah oleh akun Qowiyah Althafunnisa Abdullah di Facebook pada 16 Maret 2019.
[Cek Fakta] Hoaks Menteri Agama Revisi Surat Al Kafirun
[Cek Fakta] Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Liputan6.com, Jakarta – Kabar tentang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengganti terjemanan Surat Al Kafirun dalam Alquran menjadi non muslim,viral di media sosial.
[SALAH] Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim
Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Muchlis M Hanafi memastikan informasi itu tidak benar. “Kami pastikan itu adalah hoax,” tegas Muchlis M Hanafi di Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019, dikutip dari laman Kementerian Agama.