Saldo Rekening BRI Raib Dikaitkan dengan Registrasi Kartu Prabayar. Kominfo: Itu Hoax!
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Saldo Rekening BRI raib dikaitkan dengan registrasi kartu prabayar jelas tidak benar, karena registrasi kartu prabayar. Saldo rekening pada sejumlah nasabah BRI yang hilang di Kediri, karena ada pelaku SKIMMING (menduplikasi data pada kartu ATM).
Where it circulated
https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20180317/281578061190103
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/07/053000326/data-nasabah-bri-diduga-…
https://radartegal.com/berita-nasional/antre-cek-saldo-nasabah-bri-mulai-resa…
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1016107-saldo-puluhan-nasabah-bri-berk…
https://www.viva.co.id/indepth/fokus/1016454-misteri-raibnya-uang-nasabah-bri
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAX] “Hoax, Registrasi Kartu Prabayar Paling Lambat 31 Oktober 2017”
Info yang beredar dalam pesan berantai WhatsApp tersebut adalah Hoax, karena faktanya batas tenggat waktu paling lambat melakukan registrasi Kartu Sim bagi pengguna lama adalah sampai tanggal 28 februari 2018.
Penduduk Perlu Ganti KK Setelah Registrasi Kartu Prabayar
“Terkait dengan isu hoax di media sosial yang kemarin terus menyerang Ditjen Dukcapil, bahwa semua data teman-teman yang melakukan registrasi kartu prabayar saya jamin aman.
[SALAH] Kemkominfo Buat Help Desk Registrasi Kartu Prabayar
Foto: Kompas.com (RINGKASAN): postingan ini mengklarifikasi kabar yang menyebutkan bahwa Kementrian Komunikasi dan Informasi membuat Help Desk untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam registrasi kartu prabayar.
[KLARIFIKASI] “Stiker Call Center di Mesin ATM Bisa Rekam PIN untuk Kuras Saldo Tabungan”
Hoax lama yang diulang-ulang dan sudah terklarifikasi sejak tahun lalu: “detikcom mengkonfirmasi kebenaran informasi ini ke Bank Indonesia (BI) sebab dalam pesan itu disebutkan sumber informasi berasal dari pejabat BI Jakarta.